MESUJI – Lison, seorang petani di kawasan permukiman Paguyuban Register 45, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji tewas dibunuh. Sementara pria yang diduga sebagai pelakunya, yakni Karmeli alias Kilek ditemukan meninggal dunia dengan luka tembak sehari berikutnya
Lison tewas setelah ditusuk menggunakan senjata tajam pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 21.30 WIB. Penusukan terjadi di teras rumah Suprih di kawasan Paguyuban Register 45.
Kapolres Mesuji AKBP Muhammad Firdaus mengatakan pihaknya masih menyelidiki rangkaian peristiwa yang terjadi setelah penusukan tersebut.
“Kasus ini masih dalam penyelidikan. Kami mendalami kronologi, motif, serta pihak yang terlibat dalam peristiwa penembakan terhadap Karmeli,” kata Firdaus.
Peristiwa bermula ketika Suprih pulang bekerja sekitar pukul 20.30 WIB. Saat itu, dia terlibat persoalan dengan Marila terkait kepulangannya.
Suprih kemudian meminta Lison datang untuk menjelaskan bahwa dirinya masih menunggu pembayaran pekerjaan mencabut singkong. Lison pun mendatangi rumah Suprih.
Setibanya di lokasi, Lison bertemu dengan Karmeli. Karmeli kemudian menanyakan alasan Lison mencari Marila.
Tak lama kemudian, Marila yang berada di dalam rumah mendengar Lison berteriak meminta pertolongan. Lison disebut meminta Marila menolongnya karena telah ditusuk Karmeli.
Marila kemudian keluar rumah. Namun, dia diduga sempat dihalangi Karmeli. Bahkan, Karmeli disebut menampar kepala Marila dan mengancamnya.
Marila tetap berusaha memberikan pertolongan. Saat itu dia melihat Lison mengalami luka tusuk di bagian dada sebelah kiri.
Suprih kemudian datang dan bersama warga membawa Lison menggunakan sepeda motor untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, kondisi Lison memburuk saat dalam perjalanan.
Lison sempat mengatakan kepada Suprih bahwa dirinya sudah tidak kuat. Tak lama kemudian, korban terjatuh dari motor.
Suprih kemudian meminta bantuan keluarga Lison. Namun, ketika bantuan tiba, Lison sudah meninggal dunia.
Kabar kematian Lison kemudian membuat pihak keluarga mencari Karmeli yang diduga sebagai pelaku penusukan. Pencarian dilakukan sejak dini hari hingga Minggu (16/8/2026).
Sekitar pukul 10.00 WIB, keluarga korban mendapat informasi bahwa keberadaan Karmeli telah diketahui. Polisi kemudian ikut melakukan pencarian. Sekitar pukul 10.30 WIB, Karmeli ditemukan di areal perkebunan singkong di kawasan Pemukiman Paguyuban Register 45, Kecamatan Mesuji Timur.
Saat ditemukan, Karmeli sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Tubuhnya berada dalam posisi telungkup.
Polisi menemukan Karmeli masih menggenggam sebilah pisau. Tangan kanannya menggenggam pisau bergagang cokelat, sedangkan tangan kirinya memegang sarung pisau berbahan kayu.
Pada tubuh Karmeli ditemukan sejumlah luka tembak, termasuk di bagian kepala. Korban kemudian dibawa ke RS Ragab Begawei Caram untuk pemeriksaan medis dan visum.
Polisi menduga Karmeli tewas ditembak oleh pihak yang masih dalam penyelidikan. Identitas penembak belum diungkap dan motif penembakan juga masih didalami.
“Untuk pelaku penembakan masih dalam penyelidikan. Kami akan mengungkap secara jelas siapa yang melakukan dan bagaimana rangkaian peristiwanya,” ujar Firdaus.
Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan sejumlah barang bukti, serta meminta keterangan para saksi untuk mengusut dua rangkaian peristiwa tersebut.
Kasus ini kini menjadi dua perkara yang saling berkaitan, yakni penusukan Lison hingga meninggal dunia dan penembakan Karmeli yang juga berakhir dengan kematian. (detik)


















