LAMPUNG – Polisi telah memeriksa hampir 50 orang, buntut kasus perusakan dan pembakaran fasilitas PT Bumi Sentosa Abadi (BSA) di Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah.

“Total kurang lebih hampir 50 orang yang diambil keterangan, baik dari pihak masyarakat, dalam hal ini karyawan, representasi, dan juga petugas yang pada saat itu hadir dalam melakukan pengamanan, baik sebelum dan sesudah dilakukan perusakan,” kata Kapolres Lampung Tengah, AKBP Charles Pandapotan Tampubolon.

Kapolres mengatakan penyelidikan dilakukan untuk mengidentifikasi pelaku perusakan dan pembakaran fasilitas perusahaan. Termasuk juga mengumpulkan keterangan dan bukti sebelum menentukan pihak yang akan dimintai pertanggungjawaban secara hukum.

Dia mengatakan polisi juga masih menghitung kerugian akibat kejadian tersebut.

“Masih diidentifikasi, karena kemarin dalam olah TKP, barang-barang yang akan dilakukan pemeriksaan di laboratorium forensik sudah dikirim pada hari ini,” ujarnya.

Kapolres menegaskan polisi tidak akan terburu-buru menetapkan pihak yang bertanggung jawab. Penetapan akan dilakukan berdasarkan alat bukti yang ditemukan dalam proses penyelidikan.

“Belum, masih dalam proses. Nanti alat buktinya yang menyampaikan siapa saja yang bertanggung jawab terhadap aksi perusakan tersebut,” tegasnya.

Sebelumnya kericuhan yang terjadi di kawasan perkebunan PT Bumi Sentosa Abadi (BSA), Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah pada 12 Agustus 2026 lalu mengakibatkan puluhan aset perusahaan rusak dan terbakar. Polisi mencatat kerusakan terjadi pada bangunan, mes karyawan, kendaraan hingga alat berat.

Delapan bangunan yang terdampak meliputi kantor PT BSA, pos satpam, gudang genset, gudang pupuk, gudang BBM solar dan pertalite, gudang bengkel, gudang logistik, serta dua bangunan laboratorium. Kerusakan juga terjadi pada 26 pintu mes karyawan atau pekerja PT BSA.

Tak hanya bangunan, sejumlah kendaraan dan alat berat turut menjadi sasaran kerusakan dan pembakaran. Polisi mencatat tiga unit traktor, tiga kendaraan tangki air, tiga truk, satu Ford Ranger double cabin, satu Daihatsu Taft, serta dua motor mengalami kerusakan.

Dua motor tersebut masing-masing merupakan milik perusahaan dan milik anggota Brimob yang tengah melakukan pengamanan di lokasi.

Kebakaran juga menghanguskan persediaan bahan bakar dan pelumas. Polisi mencatat sebanyak 9.400 liter solar industri yang didatangkan dari Way Lunik serta 418 liter oli ikut terbakar. (detik)