PESAWARAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar peserta didik menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap pemenuhan kebutuhan siswa di sekolah. Namun, di tengah program tersebut, persoalan fasilitas dasar pendidikan masih menjadi sorotan di Kabupaten Pesawaran.
Salah satunya terkait kondisi sekolah dasar (SD) Negeri 1 Kecamatan Way Khilau yang disebut hingga kini belum memiliki fasilitas MCK gedung perpustakaan, gedung guru dan lingkungan masih berpager bambu.
Sekolah tersebut diketahui telah berdiri sejak 1973, tetapi fasilitas hingga 2026 masih belum dapat diperhatikan oleh kepala daerah. Sampai suatu hari warga sekitar pernah menangkap siswa siswi sekolah dasar itu usai membuang air besar di perkarangan rumah warga yang ada di sekitar sekolahan.
Salah satu wali murid yang enggan di sebut namanya mengatakan, fasilitas MCK merupakan kebutuhan mendasar yang semestinya menjadi perhatian Bupati Pesawaran karena berkaitan langsung dengan kesehatan, kebersihan, kenyamanan, serta proses belajar mengajar siswa.
“Program MBG digalakkan untuk siswa-siswi dan manfaatnya langsung dirasakan oleh para wali murid. Namun, sekolah dasar di Kecamatan Way Khilau ini justru tidak memiliki MCK. Padahal sekolah dibangun sejak 1973, tetapi sampai 2026 fasilitas masih belum tersedia kemana pemerintah daerah apakah ini tidak penting bagi pemerintah terhadap dunia pendidikan dasar? ,” ungkapnya kemarin.
Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan tidak seharusnya hanya berfokus pada aspek pembelajaran dan pemberian makanan bergizi, tetapi juga memastikan setiap sekolah memiliki sarana dan prasarana dasar yang layak jangan dibiarkan hingga bertahun tahun.
“Tentunya kami sebagai wali murid menyangkan, fasilitas sekolah tidak miliki MCK, gedung perpustakaan, gedung guru dan pagar sekolah gunaka bambu, sedangkan kenyamanan anak di sekolah itu utama kalau fasilitas saja kurang bagaimana masa depan anak -anak kami” Jelasnya
Ia berharap kepala daerah melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dapat segera menindaklanjuti persoalan tersebut. Menurutnya, keluhan para wali murid merupakan bentuk keresahan terhadap kondisi fasilitas pendidikan di Kabupaten Pesawaran perlu di perhatikan.
“Sekarang sudah zaman modern, tetapi di Pesawaran masih ada sekolah yang sudah berdiri bertahun-tahun namun tidak memiliki fasilitas MCK dan fasilitas lainya. Sedih melihat siswa yang ingin buang air kecil maupun buang air besar harus menghadapi kondisi seperti ini, hingga harus buang air besar dan kecil di permukiman warga” ujarnya.
Ketiadaan MCK di sekolah juga dinilai dapat menimbulkan persoalan bagi siswa selama mengikuti kegiatan belajar mengajar.
“Jumlah siswanya hampir ratusan, tetapi tidak ada MCK. Anak-anak otomatis harus menahan pada saat ingin buang air besar dan kecil. Bagaimana pemerintah Pesawaran?”keluhnya.
Ia berharap pemerintah provinsi maupun pusat mendengar keluhan wali murid di Pesawaran terkait dunia pendidikan yang sudah berdiri bertahun tahun tidak di sentuh oleh pemerintah setempat.
“Semoga pak gubernur dan presiden mendengar keluhan wali murid adanya keluhan fasilitas sekolah dasar, ” tutupnya
Hingga berita ini diturunkan Kepala Sekolah SDN1 Way khilau belum dapat dikonfirmasi terkait kondisi dan keluhan wali murid akibat kurang fasilitas di sekolah setempat. (**)



















