BANDAR LAMPUNG – Ratusan karyawan Sungai Budi Bumi Waras menggelar aksi demo di depan Mako Polda Lampung, Rabu (19/8/2026).

Mereka membentangkan sejumlah spanduk berisi tuntutan agar aparat polisi mengusut dan memproses pihak-pihak yang dianggap bertanggungjawab pada pembakaran dan perusakan fasilitas perusahaan beberapa hari lalu.

“Kami menuntut keadilan. Anak dan isteri kami terlantar (akibat perusakan) pak polisi,” kata salah satu peserta aksi.

Demo ini merupakan buntut konflik lahan antara Marga Anak Tuha dan PT Bumi Sentosa Abadi (BSA) yang memicu kerusuhan beberapa hari lalu.

Peristiwa tersebut terjadi pada 12 Agustus 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Massa masuk ke kawasan perusahaan dan berujung pada pembakaran sedikitnya 26 bangunan serta 12 kendaraan milik PT BSA.

Selain itu, mereka mendesak adanya tindakan tegas terhadap pendudukan lahan yang diklaim sebagai bagian dari Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan. Yang tak kalah penting: kepastian hukum. Para pekerja meminta pemerintah dan aparat memastikan keberlangsungan kegiatan usaha perusahaan di tengah konflik lahan yang telah berlangsung lama. (*)