Mohon Maaf Lahir dan Batin

BESOK, Jumat (15/6) sebagian besar umat Islam di dunia bersuka-cita menyambut Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Mengapa saya sebut sebagian besar, karena hari ini ada juga saudara kita yang sudah merayakan terlebih dahulu.

Setelah satu bulan berpuasa, kini tiba hari “Kemenangan”. Umat Islam disegala penjuru dunia akan mengumandangkan takbir, tasbih, tahmid dan tahlil sebagai perwujudan rasa kebahagiaan.

Takbir ditanamkan sebagai pengakuan atas kebesaran Allah SWT. Tasbih ditujukan mensucikan diri. Tahmid sebagai puji syukur. Sementara tahlil dilantunkan guna memperkokoh keimanan.

Dan yang tak kalah maknanya, umat Islam kembali ke Fitri. Suci, bersih segala dosa, kesalahan dan keburukan. Dimana Idul Fitri diartikan kembalinya kekeadaan suci. Bagi umat Islam yang telah beribadah puasa bulan Ramadhan akan diampuni dosanya sehingga menjadi suci seperti bayi yang baru dilahirkan.

Lantas bagaimana dengan saya ?  Jujur jauh dari harapan. Pemaknaan Idul Fitri tahun ini, saya agak “terasing”. Pertama untuk pertama kali saya merayakannya tanpa kehadiran IBU. Beliau wafat 9 bulan lalu.

Kedua saya sadar sepenuhnya kadar kualitas ibadah bulan ramadhan tahun ini jauh sangat menurun. Banyak sekali hal bodoh yang justru membuat saya lalai dan lupa akan penting dan berlipatnya pahala beribadah di bulan ini. Selain itu, masih ada rasa iri, amarah, dendam, serakah, culas, dan rakus disana. Sedikit sekali rasa ikhlas yang tersisa.

Karenanya pada kesempatan ini, saya ingin menghaturkan permohonan maaf kepada semua yang pernah “tersakiti”. Mungkin dengan kata maaf yang tulus, bisa “menghibur hati” terhadap segala kekurangan ibadah ritual saya lainnya. Minimal ada rasa dihati, bahwa beban dosa yang kini menimpa seakan berkurang. Dimana saya seolah mendapat kesempatan kedua untuk memperbaiki diri.

Tentunya kedepan saya terus berdoa semoga selalu di karunia jiwa yang lapang dan rasa syukur yang tinggi. Sebab dari rasa syukur menimbulkan ketenangan. Dari ketenangan memancar kebahagian, yang justru tak bisa saya raih di ramadhan tahun ini. Semoga ramadhan tahun depan itu bisa saya dapatkan. Andaipun tidak, semoga sebelum ajal dijemput sehingga saya bisa husnul khotimah. Wafat dalam keadaan yang “terbaik”.

Selamat Idul Fitri 1439 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin. (wassalam)