JAKARTA – Usai melakukan penggeledahan rumah dan kantor, Kejaksaan Agung (Kejagung) segera  menjadwalkan pemanggilan terhadap eks Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar. Kejagung akan memeriksa Siti Nurbaya Bakar  sebagai saksi di kasus korupsi tata kelola kebun dan industri sawit periode 2015-2024.

“Nanti akan kami jadwalkan,” kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Syarief Sulaeman Nahdi di Kejagung, Jumat, 26 Januari 2026.

Seperti diketahui dalam kasus ini penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung telah menggeledah sekitar 6 lokasi pada 28-29 Januari 2026. Termasuk salah-satunya rumah Siti Nurbaya di Jakarta. Dari penggeledahan itu, Syarief mengatakan penyidik menyita sejumlah dokumen dan bukti alat elektronik. 

Penggeledahan di rumah Siti Nurbaya berkaitan dengan jabatannya sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Siti Nurbaya yang juga merupakan Politikus Partai NasDem itu menjabat dua kali sebagai menteri di era pemerintahan Presiden Joko Widodo. 

Berikut Profil Lengkap Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar M.Sc

Setelah mengabdi selama 32 tahun sebagai pegawai negeri, Siti Nurbaya Bakar terjun ke dunia politik mencalonkan diri menjadi anggota DPR perwakilan Lampung. Ia pun terpilih, namun sebelum bertugas ke Senayan ia diminta Presiden terpilih Joko Widodo menjadi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Perempuan kelahiran Jakarta, 28 Juli 1956 ini adalah anak dari pasangan Mochammad Bakar dan Sri Banon. Ayahnya orang Betawi pensiunan Polri sedangkan ibunya asal Lampung.  Siti menikah dengan Rusli Rachman dengan dikaruniai dua orang anak; Meitra Mivida NR dan Ananda Tohpati.

Masa kecilnya hingga sekolah menengah dihabiskan di Jakarta. Ia meneruskan kuliahnya di Institut Pertanian Bogor (IPB).  Setelah menggondol gelar insinyur, Siti ditugaskan ke kota ibunya di Lampung dengan bekerja di Bappeda Lampung selama 17 tahun.

Pada tahun 1998, seperti ditulis dalam situs pribadinya, Siti ditarik ke Jakarta untuk ditempatkan di Depdagri. Kariernya di sini mulai moncer. Dia dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal (sekjen) Depdagri 2001-2005. Terus dilanjut ke Sekjen DPD RI (2006-2013).

Menjelang Pemilu 2014, Siti terjun ke partai politik dengan masuk Partai Nasdem, besutan Surya Paloh. Di masa pensiunannya ini, dia mencalonkan diri sebagai anggota DPR dari Nasdem untuk daerah pemilihan Lampung dan dia terpilih untuk periode 2014-2019.

Karier politiknya ternyata bukan di DPR, setelah Pilpres 2014, capres terpilih Joko Widodo memberikan jatah menteri ke partai-partai pengusung. Partai Nasdem salah satu pendukungnya dapat jatah kursi menteri. Siti Nurbaya, salah satu perwakilan dari Nasdem, yang diberi kerpercayaan oleh Jokowi untuk menjadi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam Kabinet Kerja 2014-2019.

PENDIDIKAN
    SD Muhamaddiyah III, Matraman, Jakarta. Lulus 1968
    SMP Negeri 50 Slamet Riyadi, Jakarta. Lulus 1971
    SMA Negeri 8 Bukit Duri, Jakarta. Lulus 1974
    S1, Institut Pertanian Bogor (IPB), 1975-1979
    S2, International Institute for Aerospace Survey and Earth Science (ITC), Enschede,  Belanda, lulus 1988
    S3, IPB dengan Siegen University, Jerman. Lulus 1998.

KARIER
    Bappeda Lampung, 1981-1998
    Tenaga Pengajar Perguruan Tinggi, 2001
    Pelaksana Manajemen Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), 2003-2004
    Sekretaris Jenderal Depdagri, 2001-2005
    Dewan Komisaris PUSRI, 2011-2015
    Sekretaris Jenderal DPD RI, 2006-2013
    Anggota DPR, 2014
    Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 2014-2019

PENGHARGAAN
    Pegawai Negeri Sipil (PNS) Teladan, 2004, Presiden Megawati Soekarnoputri
    Prestasi Kerja Yang Luar Biasa, 2004, Mendagri Hari Sabarno
    Penghargaan Satya Lencana Karya Satya XX, 2001, Presiden Megawati Soekarnoputri
    Penghargaan Satya Lencana Karya Satya XXX, 2010, Presiden Sosilo Bambang Yudhoyono
    Penghargaan Bintang Jasa Satya Lencana Wirakarya, 2004, Presiden Megawati Soekarnoputri
    Penghargaan Bintang Jasa Utama, 2011, Presiden Sosilo Bambang Yudhoyono. (disadur dari viva.co.id/net)