Khoir, Bawaslu dan Nunik

KAMIS 21 Desember 2017 lalu pesawat yang saya tumpangi kebetulan delay. Hampir tiga jam lamanya. Tepatnya 2 jam 50 menit. Rasa kesal pun timbul. Ini seiring harus tertundanya waktu saya bertemu keluarga.

Untungnya saat menunggu, saya sedikit terhibur. Persis di belakang kursi saya (kami sama-sama beradu punggung), duduk salahsatu tokoh yang digadang sebagai salahsatu Calon Gubernur (Cagub) Lampung. Karena dekatnya, maka tanpa ada unsur sengaja, saya mendengar berbagai cerita yang diungkapkan dengan beberapa rekannya.

Mulai cerita ringan sampai cerita dunia politik. Mulai dari dinamika partai politik (parpol) tempat yang bersangkutan mencari rekomendasi hingga menyasar ke kisah soal peran dan fungsi lembaga lain.

“Kini Bawaslu sudah menjadi orangnya Nunik (yang saya tebak adalah Bupati Lampung Timur (Lamtim) dan Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi lampung, Chusnunia Chalim, yang kini berpasangan dengan Cagub, Arinal Djunaidi yang diusung Partai Golkar, PKB dan PAN,” cetus yang bersangkutan dan terdengar jelas oleh saya.

Seketika sayapun kaget dan lantas menajamkan telinga. Saat itu saya pun berpikir benarkah “cerita” ini?

Jujur disinggung bahwa Bawaslu adalah orang Nunik, saya ragu. Tak mungkin demikian. Namun baru saja saya berkesimpulan seperti itu, tiba-tiba masuk pesan ke ponsel. Isinya menerangkan jika orangtua Ketua Bawaslu Lampung, Fatikhatul Khoiriyah yang biasa disapa Khoir adalah mantan pengurus salahsatu parpol. Lalu, adiknya juga anggota dewan dan punya kedudukan tinggi di parpol tersebut. Jadi bisa ditebak hubungannya dengan Nunik ?

“Di sekitar rumah saya dan se-Lamtim, susunya Arinal dah selesai di bagi. Kok Khoir gak tau ya? Padahal yang bagi susu adalah kerabatnya di PKB Lamtim,” isi salahsatu pesan tersebut.

Karena saya kira hoax, pesan ini spontan saya teruskan ke Khoir. Dan Alhamdulillah langsung dijawab.

“Dibaginya kapan. Di Lamtim ada yang sudah dimintai keterangan sebelum penetapan terkait susu Arinal. Kalau dibagi sebelum penetapan paslon sudah dimintai keterangan oleh Panwas Lamtim. Tapi jika setelah penetapan kami belum dapat informasi. Tq,” balas Khoir dalam pesannya.

 

Tentunya saya tidak ingin membenarkan pendapat tersebut. Saya yakin, Ketua Bawaslu Lampung akan bisa menjaga marwah lembaga yang dipimpinnya. Sedekat apapun hubungan beliau dengan siapapun itu dalam kapasitas sebagai pribadi yang harus selalu menjaga silaturahmi. Tidak ada sangkut-paut dan hubungan dengan lembaga.

Selain itu dari berita yang saya himpun yang bersangkutan pernah mendapat “teguran” dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Tentunya teguran ini, pasti akan dijadikan peringatan agar tidak melakukan “keteledoran” kembali.

Salahsatunya dengan membawa lembaga Bawaslu Lampung menjadi suatu badan yang benar-benar bisa berlaku adil terhadap siapapun dalam penegakan regulasi pemilu. Tidak peduli teman. Kalau salah meski harus disanksi. Termasuk juga kepada pasangan calon Arinal serta Nunik (Ketua DPW PKB Lampung) yang sangat jor-joran menabur logistik.

Jangan sampai paslon yang lain diawasi ketat, namun paslon yang identik dengan salahsatu Perusahaan Terbesar di Lampung ini justru dibiarkan merajalela memainkan politik yang tidak patut.

Dan jujur saja, kini publik menunggu. Semoga sekali lagi Bawaslu khususnya Khoir, bisa bersikap adil hingga tidak harus berurusan dengan DKPP kembali sebagaimana pernah dipersoalkan oleh Rachmad Husein Dc dan kawan-kawan, salahsatu orang dekat Cagub Lampung, Herman HN. Semoga jangan.(wassalam)