Dituding “Tebang Pilih” Tahan Nota Dinas, Bupati Khamamik Diminta “Bertaubat”

MESUJI – Bupati Mesuji, Khamamik, S.H. dituding tebang pilih menahan nota dinas yang selama ini menjadi kewenangannya.Kepada SKH BE1Lampung, rekanan yang mewanti-wanti namanya tidak disebutkan ini mengatakan, dia hanya bisa pasrah dan meminta Bupati Mesuji, Khamamik, S.H. segera bertaubat. “Umur manusia siapa yang tahu, bisa kita mati hari ini, bisa juga kita mati esok, saat kita diberikan amanah maka laksanakan dengan baik, dan berikan kesan pemimpin yang baik disemua kalangan, bukan baik karena ada pembedaan dan latar belakang”, ucapnya (19/12).

Ketika ditanya detailnya, rekanan ini memaparkan, “jika orang-orang terdekat Bupati, waktunya bisa cepat hanya 1 hari sampai 1 minggu, contoh pekerjaan yang dilatarbelakangi keluarga bupati atau wartawan yang selama ini menjadi tameng kebijakannya, tapi jika yang tidak memiliki akses atau rekanan yang baru saja mendapatkan pekerjaan di mesuji, waktunya tak terhingga”, bisa hingga 2 bulan lebih tanpa ada kejelasan sama sekali, coba saja cek semua tanggal nota dinas dan Surat Perintah Membayar (SPM) yang ada di SKPD, jelasnya. Sayangnya, ketika ditanya siapa keluarga dan wartawan yang disebutkan, rekanan tersebut enggan menjawab.

Diberitakan sebelumnya, permasalahan nota dinas ini dinilai menjadi keluhan permanen baik rekanan maupun satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Bahkan diduga ada indikasi “Setoran” yang pernah diungkap salah satu rekanan kepada media yang menjelaskan bahwa dirinya dan beberapa rekanan lain dihubungi seseorang berinisial “S” dan mengaku perintah Bupati Mesuji untuk meminta setoran berkisar 2 – 5 persen apabila berkas (Nota Dinas) mau turun.

Terkait hal ini, Bupati Mesuji, H. Khamamik, S.H., langsung merespon dan menyikapi dengan memerintahkan Inspektorat Kabupaten Mesuji melakukan langkah-langkah guna memperjelas dugaan terjadinya pungutan liar (Pungli) oleh oknum yang mengatasnamakan dirinya melalui siaran pers tertanggal 21 Juli 2017 oleh Kabag Humas dan Protokol, Ronal Nasution, S.Stp. (22/7).

Kepada media SKH BE1Lampung ini, rekanan tersebut menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bupati Mesuji dan siap jika diundang inspektorat untuk memberikan keterangan dan bukti-bukti. Sayangnya hingga hari ini, belum ada informasi lanjutan hasil langkah-langkah yang dilakukan inspektorat. Sampai berita ini diturunkan, Bupati Mesuji, Khamamik S.H tidak dapat dikonfirmasi. (Red)