Dilantik, Janji Anies-Sandi Tutup Hotel Alexis Ditagih

JAKARTA – Detik-detik penutupan Hotel Alexis yang ditengarai jadi tempat hiburan dan praktik prostitusi sangat dinanti-nantikan.
Tak hanya oleh sebagian warga Jakarta, tapi juga oleh warga lain yang mengikuti hiruk pikuk Pilgub DKI beberapa waktu lalu.

Anies Baswedan-Sandiaga Uno dilantik sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta pada Senin (16/10/2017).
Dikutip dari Tribunnews, Anies bertekad menunaikan semua janjinya semasa kampanye dalam lima tahun kepemimpinannya.

“Pesan ini kami terima sejak kampanye. Niat kita menunaikan sebaik-baiknya,” kata Anies usai doa bersama DPW PKS, di Cempaka Putih, Jakarta, Minggu (16/10/2017).

Salah satu janji yang akan dipenuhi Anies yaitu, menutup Hotel Alexis di Jakarta Utara. Janji tersebut pernah disinggungnya dalam debat kandidat beberapa waktu lalu. Anies akan menutup hotel tersebut apabila terbukti melanggar peraturan daerah mengenai ketertiban umum, salah satunya larangan prostitusi.

“Semua rencana akan kita jalankan. Semua janji akan kita tunaikan‎,” katanya.

Apakah sehari setelah dilantik akan langsung beraksi?

Anies sendiri belum mau berkomentar ketika ditanya program apa saja yang akan dia laksanakan di awal masa pemerintahannya.
Anies baru mengatakan program prioritas setelah dilantik sebagai gubernur.

“Kami hari ini konsentrasi pelantikan. Sesudah itu akan kami sampaikan program-program kita mulai 17 Oktober, termasuk rencana-rencananya. Semua sudah disiapkan. Langsung saja tanggal 17. Jangan disampaikan sekarang,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Anies Baswedan pertama kali menyuarakan niatnya untuk menutup hotel Alexis di Jakarta Utara pada debat publik yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta, 13 Januari 2017 lalu.

Saat itu, Anies menyinggung calon gubernur pesaingnya, Basuki Tjahaja Purnama, yang dianggap lebih tegas menggusur warga ketimbang menindak prostitusi.

“Untuk urusan penggusuran tegas, tetapi urusan prostitusi Alexis lemah. Prostitusi kelas tinggi aturannya a, b, c, enggak bisa bertindak. Di mana pegangan nilainya?” tanya Anies kepada Basuki atau Ahok, kala itu.

Sehari setelah debat publik, Anies kembali mempertegas niatnya untuk menutup hotel Alexis sebagai bentuk menindak tegas prostitusi.
Anies menjanjikan untuk mewujudkan rencananya itu jika memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2017.

“Ya, ya (ditutup). Saya sampaikan kita sudah kerja susah-susah, narkoba dibiarkan begitu saja. Rusak semuanya. Karena itu, kita serius kemarin,” ujar Anies saat ditemui pewarta pada 14 Januari 2017.

Secara garis besar, Anies mengkritik kebijakan di bawah pemerintahan Ahok yang dinilai lebih tegas terhadap warga kelas menengah ke bawah, seperti soal bangunan liar dan penggusuran, ketimbang warga kelas menengah ke atas.
Belakangan, Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno juga menunjukkan sikap serupa, yakni akan menutup hotel Alexis.

“Itu pasti (menutup hotel Alexis) harus dilakukan. Buat kami, sesuatu yang sudah terucap akan diukur dengan aksi nyata,” tutur Sandi di Kemang, Jakarta Selatan, pada 19 April 2017.

Ucapan Anies maupun Sandi soal menutup hotel Alexis tetap sama meski pewarta kembali menanyakan hal tersebut ketika keduanya sudah memenangkan Pilkada dan jelang menjabat di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Bahkan tak hanya Alexis, Anies juga bakal menutup semua tempat praktik prostitusi di Jakarta. Ia berjanji tidak akan tebang pilih dalam merealisasikan janji kampanyenya itu.

Mengutip Kompas.com, ia melontarkan hal itu ketika menanggapi pertanyaan para wartawan terkait janjinya menutup Hotel Alexisjika mulai menjabat secara resmi sebagai Gubernur DKI Jakarta.

“Pokoknya semua pelanggaran. Jadi bukan hanya satu. Jangan kesannya cuma satu. Enggaklah. Tapi semua yang melanggar,” kata Anies di Kantor DPP Perindo, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/4/2017).

Menurut Anies, rencana untuk menutup tempat prostitusi di Jakarta dilatarbelakangi adanya Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.
Ia menilai itu dasar hukum untuk merealisasikan janjinya itu.
“Jadi jangan kesannya kita mau menarget satu tempat. Enggak. Tapi semua pelanggaran,” ujar Anies.(trc)