Akademisi Unila Dukung Ketua PWI yang Timses Pilkada Mundur

BANDARLAMPUNG – Adanya sikap Dewan Pers yang meminta Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang terlibat tim sukses (timses) calon kepala daerah mundur dari jabatannya mendapat tanggapan Dr. Dedy Hermawan. Dosen Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Lampung (Unila) ini menegaskan sangat mendukung sikap tersebut.

Alasannya menurut Dedy Hermawan, sudah semestinya saat bekerja wartawan memiliki kepribadian dan integritas serta bersikap profesional sehingga tidak mudah tergoda menyalahgunakan profesi. Selain itu wartawan harus memahami dan taat asas. Misalnya asas demokratis, dimana harus bisa bersikap berimbang dan independen. Lalu asas profesionalitas dengan mengedepankan norma yang berlaku dan paham nilai filosofi profesi. Kemudian asas moralitas, Dimana media massa harus memberikan dampak sosial bagi tata nilai, kehidupan di masyarakat luas yang mengedepankan kepercayaan.

“Nah pertanyaan bagaimana sikap tersebut dapat diterapkan kalau dari awal sudah tidak bersikap independen dengan menjadi timses calon tertentu,” tuturnya.

PWI lanjut Dedy Hermawan sebagai salahsatu asosiasi pers harus mampu menegakkan prinsip independensi. Selain itu PWI juga harus memberi tauladan bahwa pers sebagai pilar demokrasi harus independen.

“Karenanya sekali lagi saya sangat mendukung sikap Dewan Pers. Wartawan harus mampu menjaga marwahnya. Dimana pers yang sering disebut pilar keempat demokrasi setelah eksekutif, legislatif, dan yudikatif, keberadaannya harus memiliki posisi strategis dalam informasi massa, pendidikan ke publik sekaligus sebagai alat kontrol sosial,” urai Dedy Hermawan kembali.

Seperti diberitakan Dewan Pers sebelumnya meminta Ketua PWI yang terlibat timses calon kepala daerah mundur dari jabatannya. Surat edaran Dewan Pers secara tegas menyebutkan seluruh Ketua PWI yang jadi timses calon kepala daerah harus mundur.

Ketua Dewan Pers, Yosef Adi Prasetyo mengatakan, seperti Ketua PWI Pusat Margiono. Yosef minta Margiono mundur dari jabatannya sebagai ketua PWI dan non aktif dari Ketua penyelenggaraan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2018 di Sumatera Barat.

“Saya secepatnya mencoba menemui beliau (Margiono), agar masalah ini bisa cepat selesai. Karena beliau sudah dipastikan jadi salahsatu tim sukses calon Gubernur di Pilkada 2018,” tegas Yosef, di Hotel Emersia, Bandarlampung, Selasa (3/10).

“Kami tidak mau ada orang yang memanfaatkan posisinya untuk dijadikan bahan kampanye. Saya mendukung beliau dalam apapun, tapi saya juga minta secepatnya mundur dari posisi Ketua PWI,” ungkapnya.

Jika memang tidak ada tanggapan positif dari Margiono, pihaknya segera melayangkan surat. Pasalnya, beliau sudah menjabat selama dua periode dan ini adalah tahun pengabdiannya yang terakhir.

“Begitupun di Lampung, intinya semua Ketua PWI yang terlibat timses calon wajib mundur,” kata Yosef.

Selain daripada itu, Dewan Pers dalam hal ini juga menegaskan, agar wartawan dan redaksi, tidak masuk dalam keanggotaan partai politik (parpol).
“Kalau pimpinannya silahkan saja, tapi jangan pengaruhi wartawannya ikut bergabung,” tukasnya.(red/net)