Bahas KUA-PPAS, DPRD Ngotot Nambah Rp2 M Fasilitas RSUD Ahmad Yani

METRO – Sejumlah anggota DPRD Kota Metro yang tergabung dalam Badan Anggaran (Banggar) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkot Metro terlihat alot saat ekspos membahas rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Perubahan TA 2018. Pasalnya ekspos tersebut tertutup, dilaksanakan mulai pukul 20.50- 23.35 WIB di OR DPRD Kota Metro, Kamis (6/9/2018) malam.

Pantauan awak media, dari eksekutif hadir Asisten II Sekda Kota Metro Prayetno, Kepala BPKAD Kota Metro Supriyadi, Kepala BPPRD Kota Metro Arif Joko Arwoko, Staf Ahli Sekda dan sejumlah staf di jajaran eksekutif.

Sedangkan dari legislatif lengkap hadir anggota Badan Anggaran DPRD Kota Metro seperti Ketua DPRD Kota Metro Anna Morinda, Wakil I Ketua DPRD Kota Metro Fahwi Anwar, Ketua Komisi I Basuki, Wakil Ketua Komisi I Nasriyanto Effendy, lalu Ketua Komisi II Tondi Muammar GN, Wakil Ketua Komisi II Shantory, dan ketinggalan di Komisi III Hendri Susanto.

Sementara saat dikonfirmasi pihak eksekutif, dalam hal ini Ketua dan anggota Tim Anggaran Pemerintah Daerah seperti Asisten II  Sekda Prayetno, Kepala BPKAD Supriyadi, Kepala BPPRD Kota Metro Arif enggan dimintai keterangan soal sampai dimana item-item pembahasan KUA PPAS di APBDP 2018.

Berbeda dengan legislatif, Ketua DPRD Kota Metro Anna Morinda menyatakan bahwa pembahasan ini akan segera final dalam waktu dekat. Untuk selanjutnya masuk ke tahap Rancangan APBDP 2018.

“Jadi tadi agak lama, karena DPRD minta supaya ada penambahan alat cuci darah di RSUD A.Yani Kota Metro. Pasalnya selama ini tidak tercover (terlayani), yang jelas kita minta penambahan sebanyak 30 unit,  dengan pagu mata anggaran sebesar Rp2 miliar di APBDP 2018 ini,”ungkapnya.

Lebih lanjut, Ana menyakini bahwa secepatnya (besok, Red) akan diusahakan final pembahasan  KUA-PPAS, yang selanjutnya akan di tandatangani untuk pengesahan RAPBD Perubahan  2018.

Ia optimis jika pengesahan APBD Perubahan  2018 nanti akan  tepat waktu. “ Kami masih mengatur porsi anggaran. Apa yang perlu ditambah ya ditambah. Jadi ada skala prioritas yang akan diutamakan diperubahan ini, pendidikan dan kesehatan masuk didalamnya,” pungkasnya. (Red)