LAMPUNG TIMUR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, masih belum tuntas dipadamkan.Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 673,4 hektare.

Kebakaran terjadi di lokasi Jati 3 Resort Kuala Penet, SPTN Wilayah III Kuala Penet TN Way Kambas di Kecamatan Braja Selebah. Api dilaporkan masih merembet dari titik awal menuju kawasan Rawa Mbah Sapon atau Grid 7S.

Kapolres Lampung Timur AKBP Yuliansyah mengatakan petugas masih berupaya melakukan pemadaman. Namun, kondisi di lapangan membuat proses pemadaman terkendala.

Menurutnya, kondisi api yang besar dan tinggi serta angin kencang membuat kebakaran sulit dikendalikan. Selain itu, lokasi kebakaran tidak dapat dijangkau kendaraan.

“Peralatan yang digunakan masih manual, berupa tangki semprot alpa dan gepyok kayu,” ujarnya.

Sebanyak 29 personel dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Mereka terdiri dari 14 personel Polhut dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP), 10 personel Polsek Braja Selebah, serta 5 personel TNI dari Koramil Way Jepara.

Yuliansyah menyebut petugas juga tengah mempersiapkan alkon untuk mendukung proses pemadaman selanjutnya.

“Upaya yang dilakukan saat ini mempersiapkan alkon untuk penanganan lebih lanjut,” katanya.

Hingga kini, petugas masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan dan pemantauan agar api tidak semakin meluas.

Yuliansyah menegaskan laporan tersebut merupakan laporan awal. Data dan perkembangan terbaru terkait penanganan karhutla di kawasan TNWK akan dilaporkan kembali.

Sementara Kepala Balai TNWK, MHD Zaidi mengatakan hingga Sabtu (22/8/2026) siang, tim gabungan masih berjibaku memadamkan kebakaran di wilayah Resort Kuala Penet. Sejumlah personel harus berjalan kaki menuju titik api karena akses menuju lokasi cukup sulit.

“Belum ada laporan (gajah terdampak kebakaran). Sementara posisi gajah liar termonitor di bagian utara TNWK,” kata Zaidi, Sabtu (22/8/2026).

Kebakaran diketahui terjadi sejak Jumat (21/8/2026) siang. Proses pemadaman masih berlangsung hingga Sabtu siang.

Zaidi menjelaskan kondisi medan menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan kebakaran. Lokasi yang terbakar merupakan kawasan dengan medan bergambut, sementara sumber air berada cukup jauh dari titik api.

Tim gabungan juga terus memantau potensi munculnya titik api baru dan kemungkinan penyebaran kebakaran ke kawasan lain. Pemadaman dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Lampung, TNI, Polri, Pemkab Lampung Timur, mitra kerja TNWK, serta masyarakat.

Zaidi mengatakan pengamanan kawasan akan ditingkatkan setelah penanganan kebakaran. Patroli akan difokuskan pada wilayah yang dinilai memiliki potensi ancaman kebakaran.

Selain kebakaran, patroli juga dilakukan untuk mencegah berbagai aktivitas ilegal di kawasan TNWK, termasuk perburuan satwa liar, pembalakan, dan perambahan hutan.

“Koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, mitra kerja, dan masyarakat juga akan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanganan berbagai ancaman terhadap kawasan konservasi,” tandas Zaidi. (detik)