BANDARLAMPUNG – Tokoh masyarakat Lampung, M. Alzier Dianis Thabranie, mengapreasi kunjungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke Provinsi Lampung. Menurutnya, kunjungan ini merupakan bentuk perhatian dan menandakan kedekatan dan kecintaannya pada masyarakat Lampung. Hal ini diungkapkan Alzier saat mendampingi Jokowi mengunjungi Museum Transmigrasi di Kabupaten Pesawaran.
“Presiden ke 7 RI Jokowi sangat dihormati dan terkenal dekat dengan masyarakat. Karenanya saya menghaturkan rasa terima atas kunjungan beliau di Lampung ini. Beliau Presiden RI pertama yang mengenakan dan memakai pakaian adat Lampung dalam acara resmi kenegaraan. Sebagai tanda penghormatan dan penghargaan terhadap masyarakat dan nilai-nilai adat dan budaya Lampung,” tutur Alzier.
Terkait dengan adanya agenda Partai Politik (Parpol) di sela-sela kunjungannya, Alzier menilai hal ini wajar-wajar saja. Namun yang terpenting, sosok Jokowi bukanlah hanya milik salahsatu parpol dalam hal ini, Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Namun secara luas, beliau adalah milik masyarakat Indonesia.
“Jadi tak masalah jika ada agenda safari politik PSI. Silakan saja. Saya sendiri yakin PSI bisa lolos ke senayan. Syaratnya harus tiru langkah dan pribadi Jokowi. Yakni selalu dekat dengan masyarakat. Sehingga selalu dihormati dan dicintai. Jika ini ditempuh, Insya Allah PSI selamat ke senayan,” pungkas Alzier.
Seperti diketahui di Lampung Jokowi memiliki banyak agenda. Antara lain ke Museum Transmigrasi di Kabupaten Pesawaran, Padepokan Gajah Lampung, meninjau aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dan ramah tamah bersama pengurus PSI dan organisasi relawan.
Selain itu, beliau juga berkunjung ke Kabupaten Mesuji dan Kabupaten Tulang Bawang hingga hingga Lampung Timur untuk menghadiri kegiatan sosial, budaya hingga pertemuan dengan masyarakat.
Bahkan beliau juga menerima gelar adat kehormatan Baginda Pemuka Bangsa dari lima kerajaan adat Lampung dalam prosesi yang digelar di Rumah Adat Kedatun Keagungan, Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung, Sabtu (27/6). Penganugerahan gelar merupakan bentuk penghormatan lima kerajaan adat Lampung kepada Jokowi.
Usai menerima gelar tersebut, Jokowi menilai budaya dan tradisi adat Lampung masih terjaga dengan baik di tengah perkembangan zaman. Dia juga mengapresiasi para tokoh adat yang dinilainya konsisten merawat kebudayaan Lampung di tengah arus modernisasi. Ia berharap nilai-nilai budaya tersebut dapat terus diwariskan kepada generasi penerus agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
“Saya sangat menghargai, sangat-sangat menghormati kebudayaan yang terus kita rawat, terus kita pelihara semuanya,” kata Jokowi.
Ia berharap budaya Lampung bersama budaya-budaya Nusantara lainnya tetap lestari dan terus diteruskan kepada anak cucu.
“Semoga kebudayaan ini akan terus diteruskan oleh anak cucu kita, sehingga budaya Nusantara, budaya Lampung, budaya-budaya yang lainnya tetap terjaga di zaman yang semakin modern ini,” ujarnya.(red)



















