BANDARLAMPUNG – Tokoh masyarakat Lampung, M. Alzier Dianis Thabranie, buka suara terkait kunjungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke Provinsi Lampung.

Menurutnya sikapnya dalam menyambut Jokowi merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan dalam menyambut tamu. Pasalnya, bagaimana pun, sebagai Presiden RI, banyak prestasi dan hal baik yang ditorehkan Jokowi. Misalnya dalam pembangunan berbagai sarana dan prasarana infrastruktur fisik. Seperti pembangunan gedung, bendungan hingga jalan dan jembatan di Provinsi Lampung.

“Jadi saya mengapreasi kunjungan beliau sebagai Presiden ke-7 yang memang harus disambut dan dihormati. Dalam agama sangat dianjurkan untuk memuliakan tamu. Apalagi ini mantan kepala Negara. Itu yang saya lakukan. Jadi tidak ada kepentingan atau motif politik. Saya di aktif di Partai Golkar. Sementara beliau di PSI. Jelas berbeda. Tapi ini semata dalam semangat kebangsaan, membingkai NKRI dan menjalin tali silaturahmi,” tegas Alzier, Senin, 29 Juni 2026.

Alzier pun membantah keras, jika dirinya ikut “cawe-cawe” dalam acara politik hingga kegiatan prosesi pemberian gelar adat Lampung kepada Jokowi.

Menurutnya, dia sama sekali tidak tahu menahu dan tidak terlibat soal pemberian gelar adat kehormatan Baginda Pemuka Bangsa dari lima kerajaan adat Lampung. Semua prosesi adat seperti menginjak Kepala Kerbau yang digelar di Rumah Adat Kedatun Keagungan Bandar Lampung itu, semuanya merupakan inisiatif panitia atau para tokoh adat.

“Kalau saya hanya mendampingi Jokowi saat mengunjungi Museum Transmigrasi di Kabupaten Pesawaran yang kebetulan tempat kampung halaman saya. Disana banyak masyarakat saya. Sementara untuk kegiatan Jokowi yang lain, misalnya terkait agenda politik hingga pemberian gelar adat Lampung yang kini malah menimbulkan sikap pro-kontra di masyarakat Lampung, sekali lagi saya tegaskan jika saya tidak tahu menahu dan tidak pernah terlibat,” pungkasnya.

Seperti diketahui di Lampung Jokowi memiliki banyak agenda. Antara lain ke Museum Transmigrasi di Kabupaten Pesawaran, Padepokan Gajah Lampung, meninjau aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dan ramah tamah bersama pengurus PSI dan organisasi relawan.

Selain itu, beliau juga berkunjung ke Kabupaten Mesuji dan Kabupaten Tulang Bawang hingga hingga Lampung Timur untuk menghadiri kegiatan sosial, budaya hingga pertemuan dengan masyarakat.

Bahkan beliau juga menerima gelar adat kehormatan Baginda Pemuka Bangsa dari lima kerajaan adat Lampung dalam prosesi yang digelar di Rumah Adat Kedatun Keagungan, Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung, Sabtu (27/6). Penganugerahan gelar merupakan bentuk penghormatan lima kerajaan adat Lampung kepada Jokowi.

Usai menerima gelar tersebut, Jokowi menilai budaya dan tradisi adat Lampung masih terjaga dengan baik di tengah perkembangan zaman. Dia juga mengapresiasi para tokoh adat yang dinilainya konsisten merawat kebudayaan Lampung di tengah arus modernisasi. Ia berharap nilai-nilai budaya tersebut dapat terus diwariskan kepada generasi penerus agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

“Saya sangat menghargai, sangat-sangat menghormati kebudayaan yang terus kita rawat, terus kita pelihara semuanya,” kata Jokowi.

Ia berharap budaya Lampung bersama budaya-budaya Nusantara lainnya tetap lestari dan terus diteruskan kepada anak cucu.

“Semoga kebudayaan ini akan terus diteruskan oleh anak cucu kita, sehingga budaya Nusantara, budaya Lampung, budaya-budaya yang lainnya tetap terjaga di zaman yang semakin modern ini,” ujarnya.(red)