BANDAR LAMPUNG – Penyidik Kejati Lampung kembali melakukan pemeriksaan sejumlah saksi untuk memperdalam kasus dugaan korupsi dalam pungutan retribusi sampah di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung Tahun Anggaran 2019 Sampai Tahun 2021.

Kasi Penkum Kejati Lampung I Made Agus menerangkan, dalam pemeriksaan hari ini ada delapan  saksi yang diperiksa.

Mereka adalah MRK sebagai bendahara barang DLH Kota Bandar Lampung dan       7 orang lainnya sebagai penagih yaitu HBL, HMB, ASG,       YF, MRP, AS, dan RR.

Made mengatakan, pemeriksaan akan terus dilakukan untuk menggali dugaan penyimpangan hukum dalam kasus ini.

“Pemeriksaan saksi bertujuan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi berkas perkara tindak Pidana Korupsi dalam Pemungutan Retribusi Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung Tahun Anggaran 2019 sampai tahun 2021. Dimana sebelumnya, dalam tahap penyelidikan ada beberapa fakta yang harus didalami pada kegiatan tersebut. Diantaranya mekanisme pengelolaan retribusi sampah yang tidak sesuai dengan yang telah ditentukan, dimana objek retribusi yang di pungut namun tidak disetorkan ke kas negara,” kata Made seraya mengatakan pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. (rls/Iman)