BANDAR LAMPUNG — Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Wilayah Lampung melakukan pertemuan dengan isteri dari Gubernur Lampung, Purnama Wulan, dalam rangka membahas pentingnya pengedukasian dan pencegahan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, baik di lingkungan pendidikan maupun di tengah masyarakat.
Pertemuan tersebut menyoroti meningkatnya kasus kekerasan seksual yang kerap menimpa perempuan dan anak, yang tidak jarang terjadi di ruang-ruang yang seharusnya aman seperti sekolah, lingkungan keluarga, dan komunitas sosial. Kurangnya pemahaman, budaya diam, serta minimnya pendidikan seks dan kesadaran gender dinilai menjadi faktor utama yang memperparah kondisi tersebut.
Ketua LMND Lampung Dinda Boru Napitu menegaskan bahwa edukasi sejak dini merupakan langkah strategis dan mendesak untuk memutus rantai kekerasan seksual. Pendidikan tentang kesetaraan gender, hak tubuh, serta keberanian untuk melapor harus menjadi bagian dari kurikulum pendidikan dan gerakan sosial di masyarakat.
“Pencegahan kekerasan seksual tidak cukup hanya dengan penegakan hukum, tetapi harus dimulai dari kesadaran kolektif. Sekolah dan masyarakat adalah ruang penting untuk membangun pemahaman kritis tentang perlindungan perempuan dan anak,” ujar Ketua LMND Lampung dalam pertemuan tersebut.
Sebagai bentuk komitmen nyata, LMND Lampung akan melakukan roadshow sosialisasi dan penyadaran ke sekolah-sekolah serta komunitas masyarakat. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi mengenai bahaya kekerasan seksual, mekanisme perlindungan korban, serta membangun keberanian untuk bersuara dan melawan segala bentuk kekerasan.
Isteri Gubernur Lampung, Purnama Wulan, menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh LMND Lampung dan menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi mahasiswa, dan masyarakat sipil dalam menciptakan ruang yang aman bagi perempuan dan anak.
LMND Lampung berharap, melalui kerja bersama dan gerakan berkelanjutan, upaya pencegahan kekerasan seksual dapat berjalan lebih sistematis, masif, dan menyentuh langsung akar persoalan di masyarakat. (*)




















