BANDAR LAMPUNG – Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Lampung H. Darussalam, SH, MH, saat mengajak masyarakat dari 37 etnis dan suku di Lampung untuk bersama-sama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 (SE-2026) Badan Pusat Statistik (BPS).
Ajakan itu disampaikan Darussalam dalam Sosialisasi dan Pendataan SE-2026 yang digelar BPS bersama FPK Lampung di Gedung Pusiban, Kantor Gubernur Lampung, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Darussalam, SE-2026 bukan sekadar kegiatan pendataan. Di balik angka dan formulir yang diisi masyarakat, terdapat gambaran nyata tentang denyut perekonomian Lampung, dari perkotaan hingga pelosok pedesaan.
Data tersebut akan menjadi pijakan untuk memetakan kondisi ekonomi sekaligus menyusun kebijakan pemerintah, mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga kecamatan dan desa.
Karena itu, ia meminta masyarakat tidak ragu membuka pintu bagi petugas pendataan dan memberikan informasi yang benar.
“Kesuksesan SE-2026 tergantung kepada kita sendiri. FPK Lampung menjadi garda terdepan untuk mengimbau masyarakat membuka pintu dan menyampaikan informasi yang dibutuhkan BPS Lampung dengan sejujur-jujurnya,” tandas Darussalam.
Ia mengingatkan, pembangunan yang baik membutuhkan pijakan data yang benar. Tanpa data yang akurat, pemerintah akan kesulitan melihat persoalan secara utuh dan menentukan kebijakan yang tepat.
Bagaimana daerah kita bisa maju kalau kita sendiri enggan memberikan data yang sebenarnya? Ayo, kapan lagi dan siapa lagi yang menyukseskan pendataan ini kalau bukan kita sendiri,” ujarnya.
Sementara Bendahara FPK Lampung yang sekaligus Ketua KERABAT Lampung, Donald Harris Sihotang mendorong seluruh anggota FPK Lampung ikut mengambil bagian dalam menyukseskan SE-2026.
Sihotang bahkan menyatakan kesiapannya menggerakkan ratusan marga yang terdaftar untuk membantu memastikan pendataan berjalan dengan baik.
Bagi FPK Lampung, keberagaman bukan sekadar identitas sosial. Keragaman 37 etnis dan suku merupakan kekuatan yang dapat digerakkan untuk menjembatani pemerintah dengan masyarakat.Dan kali ini, kekuatan itu diarahkan untuk satu tujuan: memastikan setiap data yang dibutuhkan dapat dihimpun secara lengkap dan benar.
Kepala BPS Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution mengatakan, kunci keberhasilan SE-2026 berada pada kesediaan dan kejujuran masyarakat dalam memberikan informasi mengenai kondisi ekonomi masing-masing keluarga.
Data yang dihimpun mencakup struktur, potensi, aktivitas hingga perkembangan ekonomi masyarakat. Ia menegaskan, informasi yang diberikan masyarakat dijamin keamanannya sesuai ketentuan yang berlaku.
BPS Lampung menargetkan pendataan SE-2026 dapat mencapai 100 persen pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026. Saat ini, pendataan yang melibatkan ribuan petugas telah mencapai sekitar 88 persen, dilakukan dari rumah ke rumah.
Namun, Ahmadriswan mengingatkan, percepatan tidak boleh mengorbankan kualitas. Menurutnya, kecepatan harus berjalan beriringan dengan ketelitian. Akurasi data diperkuat melalui pengecekan kewajaran dan kelengkapan data agar tidak terjadi missing value atau data yang kosong. (*)



















