BANDARLAMPUNG -;Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 1 Bandarlampung Yulia Budiarti mengklarifikasi berita terkait pungutan dana sebesar Rp2 juta hingga Rp4 juta per tahun kepada walimurid untuk pembayaran listrik, AC serta Eskul yang tidak tercover dana BOS.
Yulia didampingi Waka Kesiswaan M. Rifai menyatakan pemberitaan tersebut tidaklah benar.
“Pihak sekolah tak pernah memungut biaya pada wali murid, melaInkan murni keinginan wali murid sendiri yang ikut partisipasi membantu sekolah,” katanya.
Menurut Kepsek, nominal yang diberikan walimurid itu pun tidak ditentukan.
“Yang menyumbang pun hanya berasal dari siswa reguler. Sementara jalur afirmasi gratis. Dan bagi yang tidak mampu, pihak sekolah membebaskan dan tidak memungut biaya sepeserpun,” katanya.
Yulia dan M. Rifai berharap berita yang sudah terlanjur beredar bisa diluruskan, “Perihal ini tidaklah benar. Apalagi dikatakan sampai mengumpulkan uang sebesar Rp2 miliar,” sesal mereka.
Yulia menuturkan, sejak maklumat sekolah gratis di tahun ini, iuran yang diterima sekolah sangat minim. Sementara sekolah harus membayar sejumlah pengeluaran seperti gaji guru dan lainnya yang tidak tercover dana BOS
“Jadi andaikan ada siswa yang berkeinginan menyumbang, pihak sekolah tak melayani secara tunai. Melainkan melalui virtual Account atau pembayaran yang dibuat khusus. Ini demi asas transparansi dan keamanan dlm pengelolaan uang tersebut,” katanya lagi.
Kepsek menegaskan, semua sumbangan yang terkumpul sudah melalui proses pemeriksaan, baik BPK maupun inspektorat.
“Hasilnya pun dinyatakan tidak ada penyalahgunaan,” ungkapnya.
Kepsek mengatakan, pihak SMPN 1 Bandar Lampung berkomitmen melaksanakan sekolah gratis sesuai anjuran dan aturan pemerintah.
Sekolah juga akan selalu memberi pelayanan yang sama kepada siswa sama standarnya dengan sekolah-sekolah negeri lainnya.
“Jika orang tua menginginkan layanan berbeda bagi anak-anak mereka, kami mempersilahkan orang tua untuk rembuk sesama org tua dan komite sekolah,” pungkasnya. (*)




















