BANDARLAMPUNG – DPRD Kota Bandarlampung menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Erdaningsih, M.Pd. Kepala SD Negeri 1 Sumber Rejo tersebut meninggal dunia saat berada di atas kapal di Pelabuhan Bakauheni, Kamis (15/1/2026) dalam rangka mengikuti perjalanan wisata yang diikuti pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bandar Lampung.

“Sebagai bentuk tanggung jawab pengawasan, Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung akan segera memanggil Dinas Pendidikan dan Ketua PGRI Kota Bandar Lampung untuk meminta penjelasan resmi terkait peristiwa tersebut serta memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai aturan yang berlaku,” ujar anggota Komisi IV DPRD Kota Bandarlampung, Dewi Mayang Suri Djausal mendampingi Ketua Komisi IV, Asroni, Jumat, 16 Januari 2026.

Menurut Dewi Mayang Suri Djausal, pihaknya tidak akan tinggal diam, dan memandang sangat serius kejadian ini. Baik dari sisi keselamatan tenaga pendidik maupun kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah. Hasil pemanggilan tersebut akan menjadi dasar bagi DPRD dalam menentukan langkah lanjutan.

“Kami juga dari DPRD Kota Bandarlampung mengimbau publik untuk tetap tenang dan menunggu hasil klarifikasi resmi demi menjaga suasana kondusif serta menghormati keluarga almarhumah,” pungkasnya.

Seperti diketahui, kegiatan perjalanan wisata yang diikuti pengurus PGRI Kota Bandar Lampung berujung duka. Seorang guru bernama Erdaningsih, Kepala SD Negeri 1 Sumber Rejo, meninggal dunia saat berada di atas kapal di Pelabuhan Bakauheni, Kamis (15/1/2026).

Rombongan perjalanan wisata ini sendiri diberangkatkan dengan menggunakan sepuluh bus menuju Pulau Jawa dan dilepas oleh Asisten II sekaligus Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung.

Berdasarkan keterangan sementara, korban diduga terjatuh di tangga kapal dan sempat dilarikan ke RSUD Bob Bazar Kalianda sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Peristiwa ini memicu sorotan public. Terutama terkait kebijakan perjalanan luar daerah di lingkungan pendidikan yang sebelumnya telah diatur dalam surat edaran pemerintah pusat dan daerah. Sejumlah pihak menilai kegiatan tersebut perlu dievaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.(red)