Haji Mabrur Zuhud Dunia dan Cinta Akhirat

SELURUH rangkaian ibadah haji 1438 H/ 2017 M harus mampu mengubah perilaku jamaah dari yang tidak baik menjadi terpuji. Saat tiba di tanah air, kualitas jamaah haji harus semakin baik, zuhud serta cinta akhirat.

Hal itu merupakan pesan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Prof. Dr. H. Mohammad Mukri, M.Ag, saat menyampaikan Khutbah Wukuf didepan Jamaah Haji Indonesia Kloter 31 JKG asal Lampung.

“Seorang Jamaah Haji dapat dikatakan meraih Haji Mabrur apabila setelah selesai menyelesaikan rangkaian Ibadah Haji ia berada dalam keadaan zuhud dunia dan mencintai akhirat,” kata Mukri dalam khutbahnya.

Menurut Guru besar Ushul Fikih, prosesi wukuf yang hening dan sakral, para Jamaah dapat memanfaatkannya untuk bermuhasabah (instropeksi diri). Tujuannya agar senantiasa meningkatkan ketakwaan, menyadari tanggungjawab kemanusiaan, menghormati antar sesama dan menjaga harmoni dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita harus senantiasa menyadari hak dan kewajiban kita sebagai pemimpin maupun rakyat biasa. Kita harus melakukan revolusi mental untuk meneguhkan komitmen kebajikan antar sesama, tanpa caci maki dan saling hina, sehingga ridha dan ampunan Allah SWT tercurah kepada kita semua,” kata ketua dewan pertimbangan MUI Lampung tersebut. (red)