Bos PT. SGC Gunawan Yusuf – Purwanti Lee dan Arinal Djunaidi-Nunik Ikut Deklarasi Dukung Jokowi

BANDARLAMPUNG – Bos PT. Sugar Group Companies (SGC), Gunawan Yusuf dan Purwanti Lee ikut Jokowi di acara deklarasi dukungan ke paslon 01 di Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), Jumat (8/3). Selain keduanya, ikut juga mendampingi beberapa kepala daerah di Lampung bersama Gubernur- Wakil Gubernur Lampung terpilih, Arinal Djunaidi-Chusnunia (Nunik).

Gunawan Yusuf berpakaian putih terlihat mendampingi Jokowi di atas panggung deklarasi. Sementara Purwanti Lee dengan pakaian warna hitam ikut berdiri mendampingi Jokowi. Lalu terlihat juga Arinal Djunaidi, Chusnunia dan Bupati Lampung Barat (Lambar) Parosil Mabsus turut naik diatas panggung.

Setelah deklarasi dukungan petani, nelayan, dan buruh bertajuk Jokowi Sekelik Lampung di Lapangan Karang Endah, Kecamatan Terbanggi Besar, Lamteng, Gunawan dan Purwanti Lee kembali mendampingi Jokowi pada acara serupa di PKOR Wayhalim, Bandarlampung. Di PKOR Wayhalim, para alumni perguruan tinggi dan pelajar SMA yang deklarasi mendukung paslon 01.

Untuk diketahui keberadaan PT. SGC sendiri kerap mendapat sorotan. Bahkan baru-baru ini, Serikat Mahasiswa Dan Pemuda Lampung (SIMPUL) menyampaikan aspirasi ke DPRD Lampung dan Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo.

Dalam asiprasinya, Rosim Nyerupa selaku koordinator aksi menyampaikan harapan mengenai gugatan terhadap perusahaan PT. SGC. Dia mendorong Pemprov Lampung serius mengkaji kembali polemik sengketa perusahaan PT. SGC demi tegak berdirinya keadilan rakyat ditanah Lampung.

Untuk itu, pihaknya mendorong dan meminta Ridho membuat kebijakan yang pada intinya melakukan pengukuran ulang terhadap lahan SGC.

“Diakhir masa jabatan pak gubernur ini, harus membekas ditengah masyarakat. Selaku kepala daerah, semoga pak gubernur berpikir yang sama dengan Presiden Jokowi untuk menyikapi persoalan HGU lahan ini demi kemaslahatan umat di Lampung khususnya,” tegas Rosim.

Selain itu, Gubernur Ridho, juga harus bertanggung jawab dalam urusan ini.

“Maka tidak dapat kita pungkiri keterkaitan PT. SGC dalam realitas politik lokal di Lampung juga berdampak. Lebih-lebih kami tidak percaya kepada gubernur mendatang akan mampu menyelesaikan permasalahan ini sebab dengan berbagai sudut pandang kedekatan dengan SGC itu sangat nyata,” papar Rosim.

Dalam aspirasi tertulis yang diterima Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, koordinator aksi SIMPUL menyebutkan 5 tuntutan sebagai berikut :

Meminta Gubernur Lampung membuat kebijakan pengukuran ulang lahan, Meninjau kembali izin perusahaan dan aktivitas produksi. Mengintruksikan BPN melakukan pengukuran ulang lahan HGU secepatnya.

Mendesak Gubernur dan DPRD Lampung saling berkoordinasi atas tuntutan mahasiswa (SIMPUL) dan menindaklanjuti temuan-temuan Pansus DPRD Tulang Bawang.(red/net)