Bisa Bayar Flyover, Tukin ASN Bandarlampung 2017 Macet 6 Bulan

BANDARLAMPUNG – Nasib malang yang dialami para aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung seiring tidak terbayarnya tunjangan kinerja (tukin) oleh Walikota Bandarlampung Herman HN, tak hanya mendapat simpati ASN se-Provinsi Lampung. Di media sosial (medsos) seperti Facebook ramai membahas. Rata-rata mereka menyesalkan mengapa semua ini bisa terjadi.

Seperti yang tertulis dalam akun Fb Tuti Sriwahyuni. “Mosok udah ada FLY OVER, TUKIN bisa macet sampai 6 bulan…

Lalu, Akun Fb Abdi Balam.

“……….. dan sekarang 6 bulan th 2017 bakal gak dibayar jg ??? Parah Banget !!! #Miris #Nyesek dengan apa yang kami alami sebagai pegawai Pemkot Bandar Lampung! Biar Semua pada tau !
“Silahkan bapak tanya dengan PNS Pemkot bandar lampung di seluruh dinas atau satker, di kecamatan, dan di kelurahan… Semoga ini bisa jadi pencerahan.. mohon bantuan nya media… kami sudah gerah sebagai PNS,” pesannya kepada wartawan koran ini.

Selanjutnya, akun Komar Zamas. “Gimana geh mau jadi gubernur tukin pegawai aja nggak kebayar..

Akun Gunawan Handoko pun menuliskan hal yang sama. “Tukin itu hak bagi para ASN dan tidak ada alasan bagi Pemerintah Kota untuk menunda-nunda pembayarannya. Jangan karena ASN nggak berani protes karena takut sanksi, lantas diperlakukan semena-mena.
Sungguh ini potret buram yang bukan hanya memilukan, tapi juga memalukan. Mengapa yg dikorbankan justru para ASN yg nota bene pengelola aset Negara.

Seperti diberitakan ASN Pemkot Bandarlampung sangat berharap pada Herman HN. Mereka memohon Walikota Bandarlampung itu mencairkan atau membayar tukin yang belum terbayar atau macet selama enam bulan. Apalagi beberapa hari lagi memasuki akhir tahun 2017 dan memasuki tahun baru 2018.

“Jujur saja dana tukin ini sangat bermanfaat bagi kami. Saya ingin sekali mengajak keluarga untuk liburan menyambut tahun baru 2018 mendatang. Tapi kalau tidak cair, semua hanya mimpi. Karenanya saya berharap Walikota Bandarlampung, Herman HN memiliki rasa iba kepada kami untuk membayar tukin tersebut,” tutur salahsatu ASN Pemkot Bandarlampung yang ditemui wartawan koran ini, Rabu (27/12).

Dijelaskannya dia bersama ASN yang lain merasa iri mendengar  insentif RT,  Kepala Lingkungan dan lainnya sudah cair. Karenanya dia mohon Herman HN dapat menerapkan kebijakan sama terhadap jajarannya dengan mencairkan atau membayarkan tukin terhadap ASN Pemkot yang belum terbayar selama enam bulan terakhir.

“Sekali lagi, tukin ini sangat bermanfaat bagi kami semua. Ada yang ingin berlibur, ada yang untuk membayar biaya sekolah, cicilan kendaraan atau memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk itu dari hati yang paling dalam, kami ingin mengetuk hati bapak Herman HN agar segera membayar tukin kami. Mengingat tutup buku anggaran tahun 2017 segera berakhir,” mohonnya kembali.

Macetnya pembayaran tukin para ASN Pemkot Bandarlampung hingga enam bulan ini sendiri mendapat simpati ASN lainnya. Mereka menyesalkan mengapa peristiwa ini bisa terjadi. Pasalnya bagaimanapun anggaran tukin sangat dibutuhkan para ASN dalam menghadapi himpitan ekonomi.

“Waduh.. Astagfirullah. Kok bisa tukin enam bulan belum cair. Gila ini mah. Kasihan benar nasib pegawai Kota Bandarlampung. Kami saja pegawai di lingkungan Pemprov Lampung sudah cair semua,” tutur Yn, salahsatu pegawai Pemprov Lampung mensikapi pemberitaan headline koran ini, Jumat (8/12).

Hal senada diungkapkan Ed, pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan (Lamsel). Dia menyatakan keprihatinan mengapa pembayaran tukin tersebut bisa tidak cair hingga enam bulan. Padahal angggaran tukin ini sangat dibutuhkan para ASN dalam memenuhi kebutuhan ekonomi. Terutama dalam rangka menyambut Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2018.

“Waduh tukin kok macet. Pantas saja banyak yang hijrah (pindah pegawai, red),” terang Ed.

Seperti diketahui ASN Pemkot Bandar Lampung, agaknya harus gigit jari. Pasalnya hingga bulan ini, Desember 2017, tukin mereka baru mampu dibayar selama enam bulan. Dengan demikian masih ada enam bulan lagi yang masih mandeg pembayarannya.

“Hingga Kamis (7/12), dari 12 bulan dana yang dianggarkan Pemkot Bandarlampung untuk pembayaran tukin ASN, baru enam bulan yang kami terima. Sisanya kami belum tahu entah kapan,” terang salahsatu ASN Pemkot Bandarlampung yang keberatan namanya dituliskan.

Dijelaskannya sepengetahuan dia para ASN yang bertugas di Bappeda dan BKD, dana tukin yang diterima ASN baru enam bulan. “Kalau untuk dinas lain, saya kurang paham,” tegasnya seraya kembali mewanti-wanti agar namanya tidak dikorankan.(red)