BANDAR LAMPUNG – Anggota DPD RI Bustami Zainudin mengunjungi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Lampung, Kamis (5/3/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian komunikasi politik Bustami setelah sebelumnya melakukan sowan ke Solo.

Sebagai seorang senator yang secara undang-undang dibatasi untuk tidak menjadi pengurus partai politik, Bustami menegaskan bahwa kehadirannya di PSI adalah sebagai kader partai. Ia menyampaikan komitmennya untuk ikut membangun dan memperkuat basis PSI, khususnya di Provinsi Lampung.

“Dengan pengalaman saya di eksekutif maupun sebagai senator, saya berkomitmen kuat untuk membesarkan PSI Lampung. Target kita jelas, setiap daerah pemilihan (dapil) harus ada kader PSI yang terpilih,” ujar Bustami di sela-sela keberangkatan pengurus DPW dalam kegiatan Safari Ramadan yang berlangsung di kantor DPD PSI Way Kanan.

Momentum Safari Ramadan yang digelar DPD PSI Way Kanan tersebut menjadi ajang konsolidasi sekaligus penguatan struktur partai di tingkat daerah. Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan pembagian sembako kepada masyarakat di sekitar kantor DPD PSI Way Kanan sebagai bentuk kepedulian sosial partai di bulan suci Ramadan.

Dalam kunjungannya ke DPW PSI Lampung, Bustami diterima langsung oleh Ketua DPW PSI Lampung Ahmad Ridho Julian, Sekretaris DPW, serta jajaran pengurus wilayah. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan.

Dalam perbincangan santai namun sarat makna tersebut, selain membahas target politik ke depan, Bustami juga berbagi pengalaman panjangnya di dunia pemerintahan dan legislatif.

Ketua DPW PSI Lampung, Ahmad Ridho Julian, menyebut pengalaman Bustami diharapkan menjadi energi baru bagi penguatan partai di daerah.

“Pengalaman tersebut diharapkan menjadi energi baru yang dapat menambah kekuatan DPW PSI Lampung untuk membangun kekuatan partai. Kolaborasi politisi senior dan junior ini menjadi ghiroh perjuangan partai. Semangatnya sama, bersama membangun PSI Lampung, dengan harapan pada 2029 PSI semakin mendapat tempat di hati masyarakat,” pungkasnya. (**)