BANDAR LAMPUNG – Karena tergiur punya iPhone, dua siswi SMP terpedaya dan akhirnya jadi tukang pijat plus-plus di Surabaya.
Dua pelajar SMP itu berinisial R (15) dan BAA (14). Mereka dibujuk oleh SAS yang juga masih berusia belasan tahun.
“Banyak iming-iming yang diberikan pelaku dalam meyakinkan dua korban ini. Ia menjanjikan mendapatkan pekerja dan akan menyediakan tiket pesawat secara gratis,” kata Kapolda Lampung, Irjen Helfi Assegaf, Selasa (12/5/2026).
“Para korban dijanjikan mendapatkan upah Rp 2 juta per bulannya. Selain itu, keduanya juga diiming-imingi mendapatkan handphone iPhone hingga motor,” lanjutnya.
Helfi menyebutkan, SAS juga meminta korban R untuk mengajak temannya dimana akhirnya BAA ikut menjadi korban.
“SAS membujuk korban R untuk ikut bekerja dan meminta korban R mengajak teman lainnya, serta meminta korban R untuk difoto guna dibuatkan KTP palsu,” tandasnya.
Sebelumnya, Polda Lampung mengungkap kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Para korban yang masih di bawah umur dieksploitasi untuk dijadikan terapis pijat plus-plus.
Adapun korban dalam kasus ini merupakan dua siswi tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bandar Lampung berinisial R (15) dan BAA (14).
Kasus ini terungkap setelah korban menghubungi orang tua. Polisi berhasil menangkap dan mengamankan dua korban pada 9 Mei 2026. (dtc)




















