BANDARLAMPUNG –  Dr Zam Zanariah, Sp. S.M. Kes memberikan sejumlah materi dalam acara Publik Speaking ‘Sehat Itu Perlu (SIP)’ yang disiarkan di tv channel TVRI Lampung

Dalam acara itu, dr Zam menjelaskan detail tentang saraf kejepit. Ia menjelaskan, nyeri saraf adalah nyeri akibat serabut saraf yang rusak, cedera atau mengalami gangguan fungsi.

“Maka dapat menimbulkan rasa nyeri timbul akibat respon saraf yang menerima rasa nyeri baik dari dalam maupun dari luar tubuh lalu membawa sensasi dalam otak. Dari penyebab tersebut. Bisa menimbulkan nyeri urat saraf yang hebat. Dan hampir selalu disertai tingkat kepekaan nyeri yang tidak normal berupa ketidaknyamanan terus menerus hingga nyeri yang tidak tertahankan,” ungkap wanita yang biasa disapa Kanjeng itu ditemani presenter dr. Isura.

Dr Zam menjelaskan, saraf yang tidak normal di badan manusia tersebut bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengakibatkan mati rasa, panas, geli, nyeri seperti tertusuk,seperti sengatan listrik, rangsangan ringan mencetuskan rasa nyeri, kesemutan.

“Maka selain akibat kerusakan saraf tepi, kerusakan dan cedera pada otak dan sumsum tulang belakang juga menyebabkan nyeri saraf. Jenis nyeri saraf juga dilihat dari tipe saraf yang terkena.”

“Sedangkan definisi nyeri akut adalah sensasi jangka pendek yang menyadarkan kita akan adanya cedera. Seringkali nyeri diabaikan dan hanya dianggap sebagai gejala, bukan sebagai penyakit yang harus diobati sehingga menjadi nyeri kronis,” urainya.

Untuk itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes untuk mendiagnosa penyebab nyeri. Tes yang digunakan yakni mendiagnosa penyebab nyeri dengan CT Scan, MRI, discography, myelogram, EMG, USG.

“Disitu kita lakukan pengobatan guna mengurangi rasa nyeri dan meningkatkan fungsi, sehingga dapat melakukan kegiatan sehari hari secara normal. Selain dengan obat obatan penghilang rasa nyeri, nyeri dapat dikurangi dengan psikoterapi supaya Keterbiasaan itu bisa memulihkan,” jelasnya. (Don)