BANDAR LAMPUNG – Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) bakal digelar pada akhir Agustus 2026 nanti. Sejumlah nama tokoh mulai diperbincangkan sebagai kandidat yang bakal jadi calon ketua umum PBNU.

Diantaranya yang digadang-gadang akan maju jadi kandidat adalah KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa, Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), Menteri Agama Nasaruddin Umar, Bendahara Umum PBNU Gudfan Arif, Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), serta KH Abdussalam Shohib (Gus Salam).

Ketua Bidang Hukum dan Media PBNU, Prof Moh Mukri, menilai munculnya banyak nama menjelang muktamar merupakan hal yang wajar. Menurutnya, dinamika tersebut mencerminkan sehatnya proses demokrasi di lingkungan Nahdlatul Ulama.

“Kalau kemudian agak-agak hangat, ada banyak yang ingin maju menjadi Ketua Umum, ya biasalah. Itu justru sekaligus penampakan adanya demokrasi, ada penyampaian aspirasi,” katanya dilansir lampung.nu.or.id, Sabtu (18/7/2026).

Namun, kata Prof. Mukri, belum ada kandidat yang benar-benar mendominasi dukungan.

“Sekarang sih kalau ngomong mengerucut (calonnya), belum ya. Tapi nanti ending-nya seperti apa, mengerucutnya nanti ketika muktamar,” katanya.

Prof. Mukri menilai dinamika dukungan masih sangat mungkin berubah hingga pelaksanaan muktamar. Sebab, proses pencalonan baru akan memasuki tahap penjaringan saat forum berlangsung.

Ia menjelaskan berdasarkan ketentuan yang berlaku, seorang bakal calon harus memperoleh dukungan minimal 99 suara dari pengurus cabang maupun pengurus wilayah agar dapat maju sebagai calon Ketua Umum PBNU.

“Kalau ternyata kurang dari situ kan enggak memenuhi untuk jadi calon. Nanti bisa saja semacam koalisi,” jelasnya.

Kendati demikian, Mukri enggan menyimpulkan siapa kandidat yang paling kuat. Ia menilai seluruh peta dukungan masih bersifat dinamis dan baru akan terlihat jelas saat Muktamar berlangsung.

Mukri justru memastikan persiapan pelaksanaan Muktamar PBNU yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026 terus dimatangkan.

Menurutnya, panitia pusat bersama panitia lokal telah melakukan rapat koordinasi untuk memastikan kesiapan lokasi maupun agenda persidangan.

“Kalau masalah lokasi enggak ada masalah. Tinggal sekarang mempersiapkan materi-materi muktamar,“ tuturnya. (Net)