JAKARTA – Nilai tukar rupiah semakin melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Bahkan rupiah sempat menembus level Rp 18.000 per dollar AS.

Berdasarkan data Investing, rupiah pada pukul 06.45 WIB sempat mencapai level terlemah Rp 18.015 per dollar AS atau melemah sekitar 90 poin dari penutupan sebelumnya Rp 17.925.

Sementara berdasarkan data Google Finance, rupiah sempat tembus Rp 18.022 per dollar AS malam tadi. Pelemahan ini menjadi level terendah rupiah sepanjang sejarah.

Kendati demikian, seiring berjalannya waktu rupiah kini perlahan kembali turun ke level Rp 17.900 per dollar AS. Pada perdagangan sebelumnya, Rabu (3/6/2026) rupiah ditutup di level Rp 17.966,5 per dollar AS.

Sementara itu, harga minyak dunia naik hampir 2 persen pada akhir perdagangan Rabu (3/6/2026) waktu setempat atau Kamis (4/6/2026) pagi WIB.

Kenaikan harga minyak diduga dipicu oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan minimnya kemajuan perundingan antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik 1,81 dollar AS atau 1,89 persen menjadi 97,81 dollar AS per barrel.

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 2,26 dollar AS atau 2,41 persen menjadi 96,02 dollar AS per barrel.

Direktur Energy Futures Mizuho, Bob Yawger, mengatakan prospek gencatan senjata kini semakin mengecil.

“Peluang tercapainya gencatan senjata tampaknya semakin memburuk. Itu bukan arah yang ingin kita lihat,” ujar Yawger. (kompas)