Pilgub dan Pecundang Demokrasi

KATA pecundang biasanya dimaknai seseorang yang melakukan kecurangan demi mencapai tujuan. Bentuknya macam-macam dan bisa terjadi dimana saja. Dalam perusahaan, organisasi sosial dan kemasyarakatan, partai politik, pemerintahan dan lainnya disetiap sendi kehidupan.

Orang pecundang biasanya tidak memiliki integritas. Senangnya bergosip dan memfitnah. Tidak peduli sekitar serta ambisius yang diwujudkan perilaku egois dan menghalalkan segala cara demi mencapai keinginannya.

Kemudian tak berani mengambil tanggung-jawab. Dimana seorang pecundang akan lari dari risiko yang ada. Dia dengan kejam melemparkannya ke orang lain. Dan terakhir ciri pecundang adalah iri dengan keberhasilan orang lain.

Lalu mengapa saya harus menulis panjang lebar tentang arti kata pecundang ? Ini tak lain karena kini tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di Lampung sedang berjalan. Dan jika diberi umur panjang, kita semua Rabu 27 Juni 2018 nanti akan memilih pemimpin nomor 1 di provinsi yang sama-sama kita cintai.

Ada empat pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan berkompetisi di momen Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung. Nomor 1 atas nama M. Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri. Nomor 2 paslon Herman HN dan Sutono. Nomor 3 atas nama Arinal Djunaidi dan Chusnunia. Serta yang terakhir nomor 4 paslon Mustafa- Jajuli.

Pada kesempatan ini, saya ingin mengajak momen pilkada Lampung dapat benar-benar dijadikan ajang untuk memilih pemimpin yang tangguh. Caranya memilih pemimpin yang memiliki mental juara. Hindari dan haramkan untuk memilih pemimpin yang menghalalkan segala cara.

Misalnya dengan mengedepankan politik uang, politik sembako, politik umrah, politik pencitraan iklan media yang berbeda dengan realitas yang ada. Lalu pemimpin yang mengutamakan permainan kotor seperti fitnah, menghasut, adu domba dan cara keji lainnya.

Jika kita tetap memilih pemimpin yang seperti ini, tandanya kita telah memilih “pecundang demokrasi”. Semoga Tuhan YME selalu melindungi dan memberi hidayahnya kepada kita semua agar dihindarkan dari pemimpin yang seperti itu. (wassalam)