BANDAR LAMPUNG – Inisiatif “Bank Sampah Sekolah Kita” merupakan langkah progresif untuk mengubah sampah yang dihasilkan dilingkungan sekolah memiliki nilai ekonomi sekaligus sarana edukasi bagi para siswa.

Launching yang diselenggarakan Selasa, 27 Januari 2026 di Aula GSG Kampus SMAN 2 Bandar Lampung, merupakan kelanjutan program sebelumnya yang dirintis dipertengahan tahun 2025. Program ini resmi diluncurkan sebagai proyek percontohan pada 21 Agustus 2025 di Gedung Serba Guna (GSG) SMAN 2 Bandar Lampung oleh Wakil Gubernur Lampung.

Tahapan lahirnya bank sampah di SMAN 2 merupakan perjalanan panjang melalui pendampingan yang diberikan langsung oleh Bank Sampah Sahabat Gajah, Bank Sampah Disabilitas dan Coca-Cola Europacific Partners Indonesia mulai dari, pemahaman lingkungan, dampak perubahan iklim, waste management, pelatihan sumber daya manusia tentang komunikasi, kreatifitas, kolaborasi, berfikir kritis dan komersial yang melibatkan siswa-siswi kelas 10 dan 11 sebagai duta lingkungan yang selanjutnya disebut “The Next Youth Green Leader.”

Program kolaborasi ini merupakan sinergi lintas sektor yang melibatkan SMAN 2 Bandar Lampung, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Sampah Sahabat Gajah, Bank Sampah Disabilitas, Forum CSR Lampung, DPP APINDO Provinsi Lampung, Perhumas BPC Lampung, Perguruan Tinggi IBI Darmajaya serta dukungan kuat dunia industri Coca-Cola Europacific Partners Indonesia sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.

Dalam kesempatan ini BRI sebagai mitra Bank Sampah Sekolah Kita di SMAN 2 Bandar Lampung secara simbolis telah menyerahkan bantuan sarana dan prasarana Pilah Timbang Tabung Sampah untuk SMAN 2 Bandar Lampung. Dengan harapan dapat dimanfaatkan untuk peningkatan layanan pemilahan sampah yang memiliki nilai ekonomi dari sumbernya.

Semangat para siswa SMAN 2 Bandar Lampung ini mencerminkan penerapan nyata dari profil pelajar hebat, di mana masalah lingkungan tidak lagi dilihat sebagai beban, melainkan sebagai tantangan dan peluang untuk menciptakan inovasi baru. Melalui peluncuran Bank Sampah Sekolah Kita, siswa SMAN 2 membuktikan bahwa mereka bukan sekadar objek edukasi, melainkan aktor perubahan yang mampu menggeser paradigma dari “buang sampah” menjadi “tabung sampah”, secara otomatis memberikan nilai ekonomi pada setiap sampah yang dihasilkan.

Kepala Sekolah SMAN 2 Bandar Lampung Sevensari, S.Pd., M.M. dalam keterangan persnya menyatakan launching kolaborasi bank sampah sekolah kita di SMAN 2 Bandar Lampung merupakan praktik baik dan positif bagi pembentukan karakter siswa-siswi, dengan merubah mindset dan cara pandang siswa-siswi didik kami.

Sevensari berharap partisipasi dan peran serta siswa-siswi SMAN 2 Bandar Lampung belajar untuk berbagi peran dan tanggung jawab bersama sebagai warga SMAN 2 Bandar Lampung.

“Harapan kita semua bisa mengurangi sampah yang kita hasilkan setiap harinya dari sekolah dan inisiatif ini secara langsung mendukung target pemerintah daerah dalam menekan volume sampah yang masuk ke TPA dan memberikan dampak sosial bagi masyarakat. Dengan demikian melalui program ini, kami ingin menciptakan lingkungan sekolah yang bersih sehat tertata asri sehingga susana belajar menjadi lebih nyaman”, pungkasnya.

(Iman/Rilis)