PESAWARAN – Ketua Komisi III DPRD Pesawaran Fahmi Fahlevi menjawab sorotan terkait Sidak rabat beton di Desa Sukajaya Lempasing dan Desa Batu Menyan Kecamatan Teluk Pandan yang hanya dihadiri dua orang anggota dewan.
Fahmi Fahlevi mengatakan, langkah turun ke lapangan merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD.
“Memang kami sudah sepakat untuk melaksanakan sidak ini. Namun ada beberapa rekan anggota yang berhalangan hadir karena sakit maupun izin. Seharusnya hadir semua, tetapi ada yang memiliki keperluan keluarga dan ada juga kondisi kesehatannya,” kata Fahmi, Jumat (12/6/2026).
Saat ditanya kemungkinan Komisi III melakukan sidak ke lokasi lain apabila terdapat pemberitaan investigasi yang mengungkap persoalan serupa, Fahmi memastikan pihaknya terbuka terhadap setiap informasi yang berkembang.
“Kalau memang ada pemberitaan yang menjadi perhatian publik, tentu akan kami komunikasikan dan bahas bersama di Komisi III. Yang jelas, apabila memang ada, kami siap turun ke lapangan untuk melakukan Sidak” katanya.
Sebelumnya diberitakan, pelaksanaan inspeksi mendadak (sidak) rabat beton yang dilakukan DPRD Kabupaten Pesawaran di Desa Sukajaya Lempasing dan Desa Batu Menyan Kecamatan Teluk Pandan justru memunculkan pertanyaan publik. Pasalnya, sidak yang disebut mewakili Komisi III DPRD Pesawaran itu diduga hanya terlihat dihadiri dua anggota dewan.
Dari informasi yang dihimpun dan dokumentasi yang beredar di media sosial, sidak tersebut hanya dihadiri Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pesawaran M. Nasir bersama Ketua Komisi III DPRD Pesawaran Fahmi Fahlevi. Sementara anggota Komisi III lainnya tidak tampak dalam kegiatan tersebut.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Sebab, Komisi III DPRD Kabupaten Pesawaran diketahui beranggotakan sekitar 10 orang. Publik pun mempertanyakan apakah sidak tersebut merupakan agenda resmi komisi atau hanya inisiatif yang diduga segelintir anggota dewan.
“Jika memang ini sidak kelembagaan, mengapa yang turun hanya dua orang? Di mana anggota Komisi III lainnya?” demikian pertanyaan yang ramai bermunculan di kalangan masyarakat setelah foto-foto dan vidio kegiatan tersebut beredar luas. (*)



















