BANDAR LAMPUNG – Permintaan Rapid Antigen membludak memasuki liburan panjang Natal dan Tahun Baru.  Sialnya, peningkatan permintaan tidak diiringi dengan pelayanan yang optimal. Banyak rumah sakit swasta yang terkesan gugup dengan membludaknya permintaan.

Tadi pagi, Minggu (27/12/2020), permintaan Rapid Antigen di Rumah Sakit Advent sempat diwarnai protes masyarakat.

Protes dipicu oleh kebijakan pihak rumah sakit yang melakukan pelayanan secara acak. Sementara masyarakat yang ingin dirapid sudah antri sejak pagi. Bahkan ada yang mengaku sudah datang sejak jam 04.00 WIB.

Masyarakat yang akan melakukan Rapid Antigen disyaratkan mengambil nomer antrian dan kemudian membayar uang sebesar Rp275.000.  Namun, saat pelayanan dimulai, ternyata pihak rumah sakit setempat tidak memberlakukan sesuai nomer antrian. Hal inilah yang sempat menimbulkan kericuhan.

“Kami kan sudah mengantri sejak pagi. Bela-belain datang dari pagi supaya dapat rapid (Antigen) lebih cepat. Tapi kenyataannya malah dibuat acak. Ini kan nggak bener,” kata Ron, salah satu warga.

Kata dia, RS Adven memang memberi jaminan akan melayani semua permintaan masyarakat.

“Memang janjinya akan dilayani semua. Tapi kan kita jadi kehilangan waktu. Sangat melelahkan menunggu seperti ini,” pungkasnya.

Sayangnya, hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari manajemen rumah sakit setempat.  (red)