Mark’Up Parkir Lampung Fair Bisa Perburuk Citra Pemprov

 BANDARLAMPUNG – Baru saja dibuka, pengunjung Lampung Fair di PKOR Way Halim Bandarlampung, mengeluhkan biaya parkir yang tidak sesuai dengan tertulis dalam kertas parkir. Bahkan ada pengunjung yang mengendarai kendaraan roda empat harus membayar parkir Rp 10 ribu,  Sabtu (16/12).

Seorang pengunjung Agung mengaku, saat di pintu masuk, dia diminta membayar parkir sebesar Rp5 ribu. Sedangkan, menurut dia, di karcis parkir tertulis Rp 3 ribu, namun dicoret menjadi Rp5 ribu. “Tadi saya disuruh bayar Rp5 ribu, terus liat ternyata karcisnya dicoret,” ujar Agung.

Walaupun saya sudah ngomong dari media tetap saja harus membayar biaya parkir,” kata Agung lagi sebagaimana dikutip dari Tribunlampung.co.id, Sabtu (16/12).

Agung menambahkan, hal tersebut bisa saja karena ulah oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan pungutan liar (pungli) yang tidak semestinya dengan mengubah karcis parkir.

“Ini sama saja pungli, kalau satu motor Rp 2 ribu, dikali 1000 motor sudah berapa, belum lagi yang mobil. Saya semalam bawa mobil ditarik Rp10 ribu, saya meminta panitia untuk bertindak, agar hal tersebut tidak merusak pelaksanaan Lampung Fair.

Pihak panitia harus tegas dong, jangan sampai ini jadi permasalahan yang membuat citra Lampung Fair jadi jelek,” tambahnya.

Saat dikonfirmasi, Humas Event Organizer (EO) Lampung Fair Jihan Akbar mengaku akan melakukan cek ulang ke lapangan terkait temuan tersebut. “Nanti kita akan cek ulang, artinya itukan temuan di lapangan. Nanti coba kita cek lagi,” ujar Oji sapaan akrabnya.

Dia membenarkan bahwa parkir yang ditetapkan panitia hanya Rp 3 ribu untuk kendaraan roda dua. Sedangkan roda empat hanya Rp 5 ribu saja.

“Iya benar segitu,” pungkasnya.

Disisi lain, bila masalah parkir ini tidak segera dibenahi, maka secara tidak langsung hal ini dapat merusak citra Pemprov Lampung sebagai penanggung jawab acara.

“Karenanya saya minta, pihak terkait turun tangan, nanti yang rusak justru nama baik Gubernur atau Pemprov Lampung. Seolah-olah mereka melegalkan adanya pungli parkir tersebut,” ujar Susi pengunjung lainnya.(net)