BANDAR LAMPUNG– Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Tahun 2026. Rapat persiapan digelar pada 12 Februari 2026 dan dipimpin langsung oleh Ketua Tim Persiapan Porprov X, Margono Tarmudji.
Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Ketua II KONI Lampung Ragus Ria, Kabid Organisasi Sri Sulastuti, Wakil Sekretaris I Nazwar Basyuni, Wakil Bidang Organisasi Rudi Antoni, Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Syaiful Ihwan, Bidang Pendidikan dan Penataran (Diklat) Yopi Hutomo Bhakti, serta Bidang Kerja Sama Antar Lembaga AM Harahap.
Dalam rapat tersebut disepakati bahwa salah satu agenda utama adalah pelaksanaan verifikasi cabang olahraga (cabor) ke KONI kabupaten/kota se-Lampung. Tim akan segera menyurati KONI kabupaten/kota untuk menjadwalkan kunjungan verifikasi secara langsung.
Ketua Tim Persiapan Porprov X, Margono Tarmudji, menegaskan bahwa verifikasi dilakukan untuk memastikan kesiapan daerah, baik dari sisi administrasi, keaktifan kepengurusan, maupun ketersediaan sarana dan prasarana olahraga.
“Verifikasi ini bukan hanya pendataan, tetapi bagian dari pembinaan dan penataan cabang olahraga agar Porprov X 2026 berjalan lebih tertib, terukur, dan berkualitas,” ujarnya.
Adapun tahapan yang telah disusun dalam persiapan Porprov X antara lain:
Februari 2026: Pelaksanaan verifikasi KONI kabupaten/kota.
Maret 2026: Rapat rekapitulasi hasil verifikasi.
Akhir Maret 2026: Rapat pengurus untuk membahas dan menetapkan cabang olahraga yang dipertandingkan serta menyusun regulasi teknis.
April 2026: Pelaksanaan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov).
Dalam proses verifikasi, tim akan menginventarisasi sejumlah aspek penting, meliputi:
Status administrasi dan keaktifan cabang olahraga.
Ketersediaan sarana dan prasarana pendukung.
Estimasi cabang olahraga yang siap dan berpotensi dipertandingkan di kabupaten/kota.
KONI Lampung berharap melalui tahapan ini, Porprov X 2026 dapat terselenggara dengan persiapan yang matang serta menghasilkan atlet-atlet terbaik sebagai bagian dari pembinaan prestasi menuju event nasional. (hms)




















