TANJUNGBINTANG – Seorang mahasiswa ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah kontrakan Dusun 1 C, Desa Sabahbalau, Minggu (13/3). Ternyata sebab meninggalnya dipicu oleh persetubuhan.

Mahasiswi berinisial AP (21) merupakan warga Desa Buyut Ilir, Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah. Ia indekos di salah satu rumah kos di kawasan Kedaton, Bandar Lampung.

Hingga hari ini (16/3) polisi sudah menetapkan seorang mahasiswa berinisial FE (24) sebagai tersangka dalam kematian mahasiswi.

Kapolsek Tanjungbintang, Kompol Faria Arista menjelaskan, kronologis kasus ini bermula dari perkenalan AP dan FE di dunia maya, yakni Aplikasi Tantan.

Sabtu (13/3), keduanya berjanjian ketemu di depan indekos korban di Kedaton, Bandar Lampung sekitar pukul 19.30 WIB.

Setelah berkeliling, si mahasiswa yang berasal dari Desa Tanjungkemala, Kecamatan Bengkunat, Pesisir Barat, lalu mengajak korban ke rumah kontrakannya di Dusun C1, Desa Sabahbalau, Kecamatan Tanjungbintang, Lampung Selatan, sekitar pukul 22.00 WIB.

Setelah ngobrol di ruangan tamu, tersangka berhasil membujuk korban ke dalam kamar dan kemudian berhubungan intim.

“Setelah digauli, ternyata korban mengeluarkan darah dari kemaluannya. Untuk mengatasinya, korban lalu minta dibelikan pil penambah darah di apotek. Untuk itu tersangka menghubungi adiknya agar membelikannya, sekitar pukul 23.30 WIB,” tutur Kapolsek.

Namun, kondisi korban makin parah. Ia bertambah lemas. Darah yang keluar sangat banyak, bahkan hingga bercucuran di lantai.

Keesokan harinya, kondisi korban semakin lemah dan terlihat pucat. Beberapa jam kemudian, tersangka mengecek kondisi korban dan ternyata tidak bernafas lagi. “Atas peristiwa itu, tersangka melapor ke Polsek Tanjungbintang,” kata dia.

Kapolsek mengatakan, dari keterangan itu, polisi kemudian menetapkan si mahasiswa sebagai tersangka. (lpc)