Yakin Paslon Politik Uang Dibatalkan, Hasto Gagas Pilgub Lampung Diulang

BANDARLAMPUNG – DPP PDI-Perjuangan mewacanakan pemilihan ulang gubernur Lampung bersamaan dengan Pïleg dan Pilpres, April 2019. Wacana itu dilontarkan Sekjen PDIP Hasto Kristianto saat bertemu dua Cagub Lampung M. Ridho Ficardo dan Herman HN.

Menurut Hasto wacana ini bisa dijalankan jika Bawaslu menenemukan praktik politik uang di Pilgub Lampung 2018. Hasto yakin bakal ada pasangan calon (paslon) gubernur yang diskualifikasi jika terbukti politik uang. Hasto berpendapat demokrasi daerah ini telah dibunuh oleh kekuatan kapital.

“Presiden Jokowi tak mungkin melindungi pasangan calon yang melakukan politik uang. Dengan pemilihan ulang gubernur bersamaan dengan Pileg dan Pilpres 2019, biayanya bisa murah,” ujar Hasto di Mahan Agung, Lampung.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua DPRD Lampung Dedi Afrizal dan Wakil Ketua DPRD Lampung Imer Darius.

Imer mengatakan ada lima partai yang telah mendesak pihak kepolisian untuk mengusut politik uang yang mengarah secara terstruktur, sistematis, dan masif pada Pilgub Lampung 2018. Kelima partai itu, Partai Demokrat, PDI Perjuangan, PKS, Partai Gerindra, dan Partai Nasdem. Partai-partai itu juga telah sepakat membentuk Pasus Politik Uang.

Imer juga mengatakan telah meminta Bawaslu Lampung dan KPU Lampung berhati-hati dan cermat dalam mengurai maraknya laporan politik uang agar tak terjadi konflk horizontal antar masyarakat.

Pilkada Lampung diikuti empat pasangan calon, yaitu M Ridho Ficardo-Bachtiar Basri (petahana), Herman HN-Sutono, Arinal Djunaidi-Chusnunia, dan Mustafa-Ahmad Jajuli. Hasil hitung cepat pasangan Arinal Djunaidi-Chusnunia  memenangkan Pilkada Lampung. (net)