Tolak Pilgub Lampung, Rakhmat Husein : “Allah SWT Melarang Kita Membiarkan Kemungkaran”

BANDARLAMPUNG – Pasangan Calon (Paslon) Gubernur – Wakil Gubernur  Lampung, Ridho Ficardo-Bachtiar, Herman HN-Sutono dan Mustafa-Jajuli diminta bersatu bersama rakyat. Ini dalam rangka melawan kecurangan politik uang yang terjadi di Pilgub Lampung, 27 Juni 2018. Hal ini ditegaskan Rakhmat Husein DC dari Koalisi Rakyat Lampung Untuk Pemilu Bersih (KRLUPB).

Menurut Rakhmat Husein, kecurangan politik uang paslon Gubernur-Wakil Gubernur Lampung nomor 3, Arinal Djunaidi- Chusnunia yang dilakukan secara sistematis dan masif sudah sangat terang-benderang. Dari ujung desa hingga ke tengah kota, sarung, jilbab, susu dan uang untuk menyogok rakyat, bertaburan.

Lalu keberadaan dan campur tangan ibu Lee (Purwanti Lee) vice presiden PT. Sugar Group Companies (SGC) dalam menguasai ekonomi dan proses politik di Lampung dinilainya telah menempatkan rakyat Lampung menjadi kuli di negerinya sendiri.

“Bukankah ada ratusan ribu kader PDI-Perjuangan, Partai Demokrat,  Gerindra, Partai Nasdem, PKS, PPP dan Hanura di Lampung? Bukankah ada jutaan pendukung Ridho Ficardo-Bachtiar Basri, Herman HN-Sutono dan Mustafa – Ahmad Jajuli di Lampung,” tanya Rakhmat Husein.

“Lantas mengapa kita masih berdiam saja ketika proses demokrasi di Lampung dikangkangi oleh Ibu Lee, boss PT Sugar Grup Companies. Ayo  Ridho Ficardo,  Herman HN,  Mustafa bersatu bersama rakyat melawan kecurangan politik uang di Lampung. Allah SWT/Tuhan YME melarang umatnya membiarkan kemungkaran,” ajak Rakhmat Husein lagi.(rls)