Kesultanan Banten-Cirebon Terusik Adat Lampung Dinistakan Seno Adji

BANDARLAMPUNG – Rupanya ramai yang merasa terusik dengan kasus penghinaan dan penistaan pakaian adat Lampung oleh Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kota Bandarlampung, Seno Adji. Jika sebelumnya, tokoh masyarakat Sai Batin, M. Alzier Dianis Thabranie dan anggota DPR RI yang juga tokoh adat Lampung Sai Batin, H. KRH Hendri Yosodiningrat, S.H., merasa tersinggung, hal serupa ditunjukan Kesultanan Banten dan Cirebon. Mereka ikut terusik oleh ”senda gurau” Seno Adji yang menyamakan tanduk ”kikkat Hanuang Bani” seperti jin pencabut nyawa.

Sebagaimana dilansir RMOLLAMPUNG.com, Panglima Elang Berantai dari Kerajaan Paksi Pak wilayah Selatan mengatakan bahwa kedua kesultanan menyimak persoalan ini. Seno Adji, pada WA Grup Inilampung, menyamakan penutup kepala kebanggaan masyarakat Lampung, khususnya Lampung Saibatn, ”Kikkat Hanuang Bani”, seperti jin pencabut nyawa. Kader muda Partai Golkar Kota Bandarlampung mengomentari foto Amir Faizal Sanjaya berseragam adat saibatin untuk pencalonan sebagai anggota DPD RI.

Menurut Panglima Elang Berantai, para prajurit Kesultanan Banten menyatakan siap tunggu ”perintah” dari saibatin soal dugaan pelecehan terhadap nilai budaya. Demikian pula prajurit dari Kesepuhan Cirebon. Mereka mendengar dan marah atas penyamaan ”kikkat hanuang bani” dengan jin pencabut nyawa.

Panglima Alif, untuk meredam kemarahan masyarakat adat, telah mendampingi Amir Faizal Sanjaya melaporkan masalah ini ke Polda Lampung, Selasa (10/7). Amir Faizal Sanjaya mengatakan foto yang dipakainya pencalonan DPD RI atas perintah Yang Mulia Saibatin Puniakan Dalom Beliau Sutan Skala Brak yang ke-23 YM Edwardsyah Pernong.

Sebelumnya, Alzier Dianis Thabranie mengungkapkan kekecewaan terhadap kasus penistaan adat Lampung ini. “Saya melihat anak ini (Seno Adji) kebablasan, kurang ajar, sok pinter dan tidak beretika. Dia nggak ngerti adat istiadat, tapi asal ngebacot aja. Dia harus diberi pembelajaran,” katanya.

Menurut Alzier, dilaporkannya Seno Adji ke polisi adalah sebuah kewajaran. “Ini bukan memperpanjang masalah. Ini menyangkut penghinaan kepada warga adat Sai Batin. Saya juga sudah minta Raja Sekala Brak, Edwarsyah Pernong agar ini diselesaikan secara hukum,” tegasnya.

Alzier berharap para tokoh adat tidak mudah memberi maaf dan mendamaikan persoalan. “Supaya ini menjadi pembelajaran agar tidak lagi berbuat serupa. Supaya dia tahu diri,” katanya.

“Kalau perlu saya juga nanti, sebagai warga Adat Sai Batin juga melaporkan ke polisi. Warga Sai Batin tidak terima gaya kampungan seperti itu. Walau ada siapa di belakangnya. Saya juga kan tahu anak ini, bekas anak buah saya di Golkar, kroco mumet, cuman sok pinter,” tambahnya.

Alzier sepakat masalah ini murni karena unsur penghinaan, tak berkaitan politik, dimana Seno Adji merupakan salah satu tim sukses Paslon nomor 3, Arinal Djunaidi dan Chusnunia dalam Pilgub 2018. “Kalau politik, ya politik aja. Jangan ngina-ngina (menghina,Red) pakaian adat Sai Batin,” katanya.

Sikap tegas juga ditunjukan KRH. Hendri Yosodiningrat, S.H, anggota DPR RI dari Fraksi PDI-Perjuangan Dapil Lampung II.

“Kalian katakan dengan Seno Adji, “Jaga mulut nya nanti dia kena ****** oleh salah seorang keturunan Sai Batin dari Pesisir Barat,” pesan Hendri yang disampaikan dalam grup whatsapp.

Komentar Hendry Yosodiningrat ini mendapat komentar dari akun Resimen Khadafi, SH. “Sabar kandaku. Mudah-mudahan laporan kanda Amir Faizal Sanzaya dapat di proses di Polda Lampung, nanti dia dpt sentuhan lembut di dalam sel,” tulis Resimen.

Sementara calon anggota DPD RI Amir Faizal Sanzaya tidak mempersoalkan ada permintaan maaf dari Seno Adji. “Secara pribadi saya tidak ada masalah. Tapi ini sudah menyangkut masyarakat adat. Boleh benci sama saya, Amir Faizal Sanzaya, tapi tolong jangan pernah hina pakaian adat yang saya pakai. Jadi saya serahkan kepada penyimbang adat. Lagian kasus ini sudah masuk keranah hukum. Jika Seno Adji memang merasa benar, saya rasa tidak perlu juga meminta maaf, biar proses hukum berjalan. Nanti ada pembuktian,” jelas Amir.

Sebelumnya saat membuat laporan masyarakat adat dipimpin oleh Panglima Alif Jaya, Karya Syamsuri. Sementara laporan ke SPKT Polda atas nama Amir Faizal Sanzaya. “Kita melakukan pelaporan, atas dugaan penghinaan terhadap pakaian adat Masyarakat Sai Batin,” ujar Panglima Kerjaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Wilayah Selatan ini di Mapolda Lampung, Selasa (10/7/2018).(red/net)