SUKA DUKA NELAYAN PANARAGAN

PANARAGAN – Panen raya ikan di embung Panaragan meninggalkan suka dan duka bagi para nelayan, dukanya para nelayan saat ini kesulitan untuk mendapatkan bibit yang unggul dari para penjual bibit ikan dan bukan hanya itu saja mahalnya harga pakan bagi nelayan adalah masalah terbesar.

Soal ilmu pengetahuan tentu para nelayan perlu bimbingan ilmu pengetahuan tentang budidaya ikan yang baik dan benar sehingga produksi menjadi lebih meningkat, maka hal ini perlu penyuluhan dari dinas terkait kususnya dinas perikanan untuk bekerja sama dan memberikan pelatihan bagi para nelayan.

Ditambah kebutuhan setiap hari pakan ikan begitu meningkat, pertumbuhan ikan lele yang semakin hari semakin berkembang tentu membutuhkan asupan pakan yang begitu banyak namun nelayan tidak setiap hari bisa membeli pakan pelet dari toko, diketahui harga pakan ikan satu sak ukuran 40 kg berkisar harga Rp. 275.000 sampai dengan Rp. 300.000 hal tersebut yang membuat nelayan mesti ekstra keras untuk mencari bahan makanan alternatif pengganti selain pelet ikan.

Namun keterbatasan ilmu pengetahuan dan sulitnya mencari ikan kecil sebagai pakai pengganti pelet di sungai saat ini dirasakan sulit apalagi sungai di sekitaran embung mengering.

” Nazar (34) salah seorang nelayan mengungkapkan, kami para nelayan kesulitan soal pakan,apalagi harga pakan yang begitu mahal, saya berharap agar kiranya pemerintah dapat meringankan beban kami, kiranya dapat memberikan mesin pembuat pakan pelet ikan sehingga kami bisa terbantu dan bisa mandiri tidak bergantungan dengan pakan imfort.

Lanjutnya, kami sangat berterimakasih dengan pemerintah Tubaba yang telah memberikan bantuan berupa embung, sehingga bisa kami manfaatkan untuk usaha budidaya ikan dan tentunya dapat menambah income kami sebagai rakyat kecilpun merasa terbantu. Adapun kebutuhan mesin cetak pelet bagi kami sangatlah menjadi paktor utama keberhasilan budidaya ini ssbab mengurangi pengeluaran pakan imfort.

Selain daripada itu kami berharap kiranya dinas perikanan Tubaba dapat memberikan penyuluhan kepada kami untuk ilmu pengetahuan tentang budidaya perikanan yang baik dan benar dan bila perlu di tempat ini dibangun balai pembenihan ikan air tawar, karena disinilah yang tepat dibangun balai benih dan saya rasa dengan begitu kami tidak akan sulit soal benih yang unggul.” ungkapnya. (Jaz/zai)