Pengalaman Kepalo Tiyuh Pulung Kencana dan Burung Hantunya

TULANGBAWANG BARAT – Kepalo Tiyuh Pulung Kencana, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat, Hendra meminta  para petani diwilayahnya memelihara burung hantu. Sebab, hewan itu dinilai efektif dalam mengatasi hama tikus dilahan pertanian, Rabu (13/3).

Ide tersebut muncul saat Hendra memaparkan hasil pertanian warganya yang menurun, di sela – sela acara Grebeg Tikus yang diadakan oleh Balai Penyuluh Pertanian Propinsi Lampung tiga hari setelah Ia dilantik menjadi Kepala Tiyuh (desa) Pulung Kencana saat itu.

Dia menjelaskan manfaat burung hantu kepada para petaninya di depan para rombongan Balai Penyuluh Pertanian Propinsi Lampung.

Berkat pengalaman pribadinya saat mengikuti penyuluhan dan presentasi salah seorang warga asal Prancis di Padang memaparkan sistem rantai makanan yang dilakukan oleh si burung hantu.

“Saya pernah mengikuti pelatihan di Padang saat itu dan mendengar penjelasan orang Prancis yang menjelaskan manfaat burung hantu bagi petani dan memang ini yang disebut dengan rantai makanan secara ekosistem yang dibentuk alam. Jadi burung hantu sangat suka dengan tikus dan bisa dikatakan sebagai makanan favoritnya,hewan nokturnal tersebut memburu hama tikus di malam hari sebagai makanan kesukaannya. Maka sangat baik sekali bila burung hantu dipelihara oleh warga petani saya kedepannya,” terangnya.

Berkat pengalaman itu, Hendra mengusulkan membangun rumah-rumah burung hantu di pematang sawah warga dengan harapan agar padi warga akan panen melimpah ruah tanpa ada gangguan hama pengerat, khususnya tikus.

“Memang ada cara lain dalam membasmi tikus namun saya pikir cara ini lebih efektif,” lanjutnya.

Sebelumya banyak warga petani mengeluh hasil panen padi yang kurang memuaskan. Seperti yang dialami oleh petani bernama Toyo.

Ia menjelaskan bahwa hasil panen disawahnya kurang beruntung. Sebab setiap kali akan memanen banyak padi yang rusak ulah hama tikus.

“Awalnya padi saya tumbuh subur Pak, dan perkiraan saya akan panen melimpah. Namun ketika berbuah padi-padi kamu rusak dimakan tikus. Sudah banyak cara yang kami lakukan untuk membasmi tikus namun masih saja tikus-tikus datang merusak padi kami. Namun adanya rencana kepala desa, kami mendukung penuh program kerja kepala desa kami, semoga bisa membantu kami para petani,” kata Toyo. (Jaz)