Keliling ke Kecamatan, Dewi Mulai Pikirin Gajah dan Cereweti Bawahan

TANGGAMUS – Bupati Tanggamus Hj.Dewi Handajani,SE,MM berkantor di Kantor Kecamatan Kotaagung Timur, Senin (01/10/2018). Kegiatan ini dalam rangka merealisasikan salah satu program kerjanya, yakni berkantor di kecamatan-kecamatan.

Tidak hanya melihat lebih dekat fasilitas kantor Kecamatan Kota Agung Timur, kesempatan itu juga digunakan Bupati untuk menggelar rapat dengan Forkopimda.

Tampak hadir Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, Dandim 0424 Letkol Arh Anang Hasto Utomo, Kepala Kejari Tanggamus David Palapa Duarsa, Ketua DPRD Tanggamus Heri Agus Setiawan.

Adapun mendampingi bupati, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Hilman Yoscar, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Riswanda Djunaidi, Kepala Diskominfo Sabaruddin dan Staf Ahli Bupati yang juga ketua Transisi Hamid Heriansyah Lubis.

Dewi Handajani mengatakan, berkantor di kecamatan adalah salah satu program 55  Aksi Asik, yakni Bude Sar’i (Bunda Dewi Saring Aspirasi dan Inspirasi). Selain itu program 100 hari kerja dalam membangun komitmen dengan Forkopimda untuk membahas permasalahan dan mencarikan solusinya bersama-sama.

“Dalam rapat dengan Forkopimda yang dibahas mulai dari keamanan, masalah Gajah yang sering masuk pemukiman dan sosialisasi dana desa dari pihak Kejaksaan. Rapat ini sebagai awalan dan tentunya akan ada tindaklanjutnya,” katanya.

Dewi Handajani menerangkan kunjungan kerja ke kecamatan, dipilih secara acak dan dilakukan mendadak.

“Sengaja tidak diberitahukan agar saya bisa langsung melihat pelayanan. Kebetulan hari ini tidak bisa pagi karena ada beberapa agenda. Tapi kedepan akan dipagikan lagi, dan untuk Kotaagung Timur juga bukan sekali ini saja dikunjungi, ” terangnya.

Selain menampung aspirasi dari camat dan staf, Bupati yang karib disapa Bunda Dewi ini juga mencereweti kinerja bawahan yang terkesan cuek dengan kondisi kantor. Misalnya, halaman kantor kecamatan yang tidak berbunga. Kemudian tidak ada papan standar operasional prosedur (SOP) pelayanan perekaman e-KTP, termasuk juga nihilnya kotak saran.

“Kurang asri ya, tidak ada bunga-bunganya dan juga papan SOP belum ada. Ke depan harus dilengkapi apa yang menjadi kekurangan,” ujarnya.(Ahmad/Heri)