Kasus Dana Bumdes ‘Hilang’, Camat Segera Panggil Oknum Kades

PESAWARAN – Camat Kedondong Pesawaran, Minak Yakin dibuat gerah dengan hilangnya dana Bumdes setelah dipinjam oknum Kades. Padahal, uang itu dibutuhkan untuk pembenihan ikan. Ia berjanji akan segera memanggil dan memproses secepatnya sesuai kesalahannya kades tersebut.

“Kalau itu benar, bisa dibawa ke ranah hukum. Dan kami akan panggil Kades itu secepatnya,” kata Minak Yakin via telpon selulernya, Senin (14/10/19)

Minak menegaskan, dana yang sudah jelas peruntukannya harus direalisasikan. Tak boleh dialokasikan untuk yang lain, apalagi untuk kepentingan pribadi.

“Iya kalau peruntukan dana (Gadis) itu untuk (Bumdes), harus dijalani karena ada pertanggungjawabannya,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, ratusan juta Dana Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang dikucurkan Pemerintah Pesawaran tahun 2018 melalui alokasi dana (Gadis) ‘hilang’. Dana itu mestinya untuk pembenihan ikan.

“Dana Bumdes waktu tanggal 22 November 2018 memang keluar Rp100 juta. Tapi belum juga dikelola untuk pembenihan ikan malah sudah diambil oleh kepala desa dengan alasan dana itu dipinjam, tanpa ada keterangan yang jelas. Dan sampai saat ini juga dana itu entah kemana?” ungkapnya.

Dia menegaskan peminjaman dana gadis saat itu disaksikan oleh dua orang.

“Waktu itu ditempat saya peminjaman dana gadis oleh kepala desa, dan juga saya, dan satu warga, yang menandatangani sebagai saksi yang diketahui ketua Bumdes pada saat itu,” jelasnya

Salah satu saksi lain membenarkan dana Gadis dipinjam oleh kepala desa. “Saya ikut tandatangan sebagai saksi waktu peminjaman dana gadis di tempat Pak (Imron SH),” ujarnya.

Sementara Ketua Bumdes di Desa setempat menjelaskan bahwa dana gadis sebesar Rp 100 juta semula akan dijadikan pembenihan ikan di kolam seluas 20×20 meter.

Namun sampai satu tahun ini pembenihan ikan dan kolam yang masih status sawah belum juga terlaksana karena dana tak ada.

“Dulu dana gadis itu untuk pembenihan ikan guna berjalannya Bumdes di desa Waykepayang, ini di lokasi sawah saya yang akan dijadikan kolam di Dusun Pahumungan. Tapi dana tersebut dipinjam, dan sampai saat ini belum dikembalikan sehingga Bumdes di desa ini tidak berjalan,” paparnya.

Dia berharap Bupati Dendi segera memanggil dan memproses. “Karena saya selaku ketua Bumdes tidak mau disalahi apalagi harus menanggung jawaban,” tutupnya

Dalam hal ini pihak Kepala Desa Waykepayang Kecamatan Kedondong Pesawaran belum dapat dikonfirmasi. Ia tak menemui wartawan yang datang ke rumahnya.  (Don)