Yatim Piatu Jangan Dipandang Sebelah Mata

Ponpes Rhaydhus Sholihin Juga Orbitkan Atlet Yatim Profesional

BANDARLAMPUNG– Selain berusaha mencetak anak-anak yatim piatu yang berprestasi di segala bidang, Pondok Pesantren (Ponpes) Rhaydhus Sholihin, juga mampu menghasilkan atlit prefesional dari kalangan yang tak terduga.

Ketua Yayasan Ponpes Rhaydhus Sholihin, Ismail Zulkarnain, berharap masyarakat tidak menganggap sebelah mata anak yatim, karena sesungguhnya banyak di antara mereka memiliki potensi dan bakat.

Motivasi untuk meningkatkan derajat anak yatim itulah yang membuatnya terus berusaha mempertahankan kelangsungan Ponpes dan bahkan melanjutkan pendidikan anak didiknya hingga kuliah di universitas.

“Ponpes Riyadhus Sholihin Bandarlampung, khusus menampung para yatim piatu dan dhuafa, dengan biaya semuanya gratis atau free, baik kebutuhan makan, mandi dan kebutuhan sehari hari, dan sekolah hingga perguruan tinggi,” ujarnya, Minggu (14/5).

Hingga hari ini, Ponpes sudah menelurkan banyak Hafidz Qur’an. Bahkan ada juga yang menjadi atlet olahraga Jujitsu tingkat Nasional mewakili Kota Bandarlampung.

“Kami menyiapkan guru di bidang-bidang pembelajaran, dan Ustad pengajar yang berkualitas, baik lulusan dalam negeri dan Timur Tengah, dan pelatih Bela Diri Jujitsu yang merupakan atlit nasional. Kami para pendiri serta donatur, ingin mencetak para yatim piatu yang punya kehormatan dan harga diri,” terangnya.

Ismail mengakui, saat ini banyak anak-anak yatim yang di eksploitasi dengan menjual namanya demi keuntungan duniawi semata. Hal tersebutlah yang membangun dirinya untuk memberi segala fasilitas bagi anak-anak yatim agar dapat memiliki kepercayaan dan harga diri.

“Yatim piatu bukan saatnya lagi di jual kemiskinannya dan dikasihani nasibnya. Kami ingin memberikan pelayanan yang terbaik kepada mereka, memberikan kebahagian baik dari fasilitas yang ada, makanan yang bergizi dan juga pendidikan yang layak, mereka para yatim piatu harus semngat belajar dan meraih prestasi,” tegasnya.

Ia berharap kelak kepada anak-anak didiknya yang nantinya sukses dapat meneruskan jalan sosialnya dengan membangun harga diri anak yatim lainnya hingga sukses dan mendapati apa yang dicita-citakannya.

“Saya selalu berpesan kepada anak-anak ini. Kalau nanti sukses, jangan sombong. Bukan kepada saya namun kepada anak yatim yang sama seperti kita, bangun jati dirinya kuatkan hatinya jangan sampai mau di ekspolitasi dengan di jual kemiskinananya ke yatimannya demi duniawinya saja,” harapnya.

“Doakan kami para para santri yatim piatu menjadi anak yang soleh dan solehah, menjadi penghapal Al Quran, (hafizd dan Hafizdhoh) yang berakhlak dan Sarjana, Bravo Riyadhus Sholihin,” tandasnya.  (saf)