BANDAR LAMPUNG – Memasuki hari kedua pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) kategori sekolah unggulan se-Provinsi Lampung, Dewan Pendidikan turut melakukan pemantauan langsung ke lapangan.

Kali ini sampel sekolah yang dikunjungi adalah SMAN 9 Bandar Lampung. Wakil Ketua Dewan Pendidikan Lampung As’ad Muzzammil, didampingi Sekretaris Gino Vanolie berserta anggota Mansyur dan Tedy mengkonfirmasi beberapa kendala yang sempat terjadi di hari pertama pelaksanaan SPMB kemarin seperti web eror, sinyal lemot, kesulitan login dan lain lain.

Tim juga memastikan hal yang sama tidak terulang kembali, baik untuk kategori sekolah unggulan yang berakhir hari ini maupun seleksi penerimaan berikutnya.

Kepada Dewan Pendidikan, pihak SMAN 9 Bandar Lampung memastikan bahwa mereka yang terimbas kendala tekhnis kemarin bisa kembali mendapatkan haknya hari ini.

Pada kesempatan yang sama pihak SMAN 9 menjelaskan polemik pencoretan Kartu Keluarga (KK) yg dianggap tidak memenuhi syarat atau TMS merupakan kewenangan penuh pihak Disdukcapil.

Jadi, pihak sekolah setelah melakukan verifikasi administrasi lalu menyampaikan data ke Disdukcapil dan Disdukcapil yang melakukan verifikasi faktual. Sehingga ditemukan beberapa kasus KK yang belum memenuhi syarat yang sempat menimbulkan polemik di tengah masyarakat maupun protes dari orang tua murid.

Secara umum, Dewan Pendidikan menyaksikan pelaksanaan SPMB berbasis CAT di SMAN 9 –sebagai sampel turun lapang– baik jalur domisili maupun prestasi berjalan dengan baik.

Ke depan, Dewan Pendidikan meminta akuntabilitas pelaksanaan SPMB dapat lebih ditingkatkan untuk menimalisasi disinformasi maupun mispersepsi di tengah masyarakat. (*)