FEBI UIN Hadirkan Direktur Bappenas

BANDARLAMPUNG – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Intan Lampung menggelar seminar nasional yang mengusung tema Peran Sukuk Negara dalam Pembangunan Perekonomian Indonesia. Seminar ini diselenggarakan di aula fakultas setempat, Jum’at (29/9/2017).

Hadir sebagai narasumber yakni Amich al-Humamy, Ph.D yang menjabat Direktur Pendidikan Tinggi, IPTEK dan Kebudayaan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI dan dimoderatori oleh Erike Anggraini, M.E.Sy, D.B.A dosen FEBI. Hadir juga pada seminar tersebut Wakil Rektor (WR) I, Dekan FEBI beserta jajaran dan mahasiswa.

WR I Dr. Syamsuri Ali, M.Ag yang mewakili Rektor membuka kegiatan ini. WR I menyampaikan apresiasi kepada FEBI atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Saya mengapresiasi karena FEBI tetap konsisten untuk keilmuan Ekonomi Islam termasuk dalam pembangunan gedungnya yang bersumber dari SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) atau yang biasa disebut juga dengan sukuk,” ujarnya.

Syamsuri juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada BAPPENAS yang telah membantu pembangunan sejumlah gedung baru UIN Raden Intan Lampung dengan sukuk tersebut. Selain itu, Bappenas juga turut menjembatani UIN Raden Intan dengan Islamic Development Bank (IDB).

Menurutnya, tema seminar ini mengacu pada konsep syariah murni. “Kita ingin menerjemahkan dan realisasi (Ekonomi Syariah) secara faktual. Sukuk bisa diterjemahkan secara modern oleh Bappenas,” terangnya.

WR bidang akademik dan pengembangan lembaga ini pun menambahkan, para ilmuwan, akademisi dan Bappenas telah menyinergikan konsep sukuk dengan konsep keuangan negara dengan baik, sehingga tidak ada pertentangan antara konsep tersebut.

“Sukuk ini tidak hanya diterjemahkan untuk ekonomi kesejahteraan saja, tetapi juga pembangunan perekonomian dan pengembangan pendidikan dengan berpegang pada prinsip syariah,” tambahnya.

Sukuk merupakan salah satu instrumen keuangan syariah yang saat ini tidak hanya mengatur keuangan syariah, tetapi juga sudak masuk ke pembiayaan infrastruktur dan pendidikan.

Dalam paparannya, Amich al-Humamy mengatakan tema seminar tersebut sangat aktual. “Ini penting untuk tahun-tahun berikutnya. Kedepan, Pemberdayaan SBSN (sukuk) menjadi salah satu sumber pembiayaan pembangunan, termasuk dalam pengembangan pertumbuhan pendidikan,” jelasnya.

Pembiayaan pembangunan dengan sukuk ini juga mengacu pada konteks kebijakan pembangunan nasional. “Ada prioritas nasional karena untuk mampu mengendalikan pembangunan serta efektifitas dan efesiensi penggunaan sukuk,” terang Amich.

Ia pun mencontohkan, dalam merencanakan pembangunan Bappenas mempelajari dengan detail. Perencanaan pembangunan juga harus memiliki rencana spasial untuk memastikan lokasi dan fungsinya.

“Kami (Bappenas) menghitung detail dari perencanaan. Kami harus memahami detailnya. Misal harus tau kampusnya, kualitasnya, dan data lainnya hingga dalam menyusun program kita tahu secara akurat. Semua berpegang pada data dan informasi yang valid. Maka kami harus punya orang yang ahli pada ilmu dibidang terkait seperti sosial dan teknokratik,” pungkasnya. (rilis)