Pesan Bawaslu Baru

SETELAH sempat terjadi Pro-Kontra, hari ini (20/9) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung akan resmi berganti komisioner. Dari tiga nama penjabat sebelumnya, hanya Fatikhatul Khoiriah yang bertahan. Sementara Ali Sidik dan Nazaruddin digantikan dengan Adek Asyari dan Iskardo P. Anggar sebagai komisioner yang baru.

Tentunya seiring adanya pelantikan ini sudah menjadi kewajiban bagi ketiganya agar bisa menjadi wasit yang adil. Terutama menghadapi adanya momen Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, tahun depan.

Ini guna menjawab keraguan dari berbagai pihak. Diantaranya yang menyatakan bahwa jalannya tes Bawaslu Lampung hanya merupakan formalitas. Dimana nantinya komisioner yang ditetapkan sudah dapat ditebak dan merupakan titipan ormas tertentu.

Kedepan nantinya ketiga komisioner Bawaslu Lampung harus benar-benar bisa menjaga amanah. Mereka harus mampu menghadapi begitu banyak tantangan dengan tujuan menegakkan keadilan pemilu. Harus bisa membuktikan netralitasnya. Harus berani mempertaruhkan independensi dan kredibilitasnya.

Caranya dengan melakukan pengawasan secara menyeluruh dan tidak tebang pilih kepada semua pihak. Sekali lagi semua pihak. Baik terhadap cagub yang diusung dan disupport perusahaan seperti PT. Sugar Group Companies, misalnya. Atau cagub atau petahana yang coba-coba bermain-main dengan dana hibah APBD atau APBN.

Pengawasan serupa juga harus berani diterapkan kepada media-media.
Terutama media yang bersorak dan berpesta dengan mengambil keuntungan dan manfaat dari cagub yang disupport perusahaan atau cagub yang bermain dengan sebutan dana hibah APBD ataupun APBN.

Sehingga ada kesan tidak adil dalam pemberitaan. Dimana cagub yang disokong perusahaan di support habis. Cagub yang memakai dana APBD/APBN disanjung setinggi langit. Sementara cagub lain yang tak mampu membayar iklan atau pariwara untuk media-media tersebut, tidak mendapatkan porsi pemberitaan yang seimbang.

Sekali lagi pengawasan ini sangat perlu. Semata guna menciptakan pemilihan gubernur (pilgub) Lampung yang jurdil sehingga produk pilkada dapat dipercaya.(wassalam)