Koran Bayi Lahir

Beberapa hari lalu saya mendapat pesan via whatsApp dari salahsatu staf. Intinya meneruskan pesan dari seseorang. Isinya menyangkut sedikit “sindiran” terhadap koran ini. “Koran bayi baru lahir, sudah bagus….(yang isinya kurang pantas buat saya ungkapkan disini).

Saya pun sedikit kaget. Hari itu juga saya langsung mengumpulkan beberapa staf. Saya ingin menyampaikan bahwa tidak boleh berkecil terhadap apapun “sentilan” yang ada. Tetap bekerja dan jangan berputus asa.

Anggap ini sebagai motivasi untuk maju. Tunjukan kinerja yang maksimal. Buktikan bahwa “Koran Bayi Baru Lahir” ini juga bisa menimbulkan “effek” yang luar biasa. Bisa menjadi acuan bagi pejabat publik dalam mengambil kebijakan. Atau menjadi pedoman masyarakat luas saat menentukan penilaian.

Mengapa ? Karena saya tegaskan pada mereka bahwa “Koran Bayi Baru Lahir” ini terlahir dengan MANDIRI. Tidak ada taipan, perusahaan, pengusaha, tokoh politik, pejabat pemerintah, atau apapun namanya yang memodali atau mengongkosi terbitnya koran ini. Ini murni dana pribadi.

Berbeda dengan (maaf,red) beberapa media yang berafliliasi dengan tokoh partai politik tertentu. Atau kebetulan timbul karena adanya momen politik. Bisa terbit karena kebetulan dimodali perusahaan atau sejenisnya misalnya. Atau yang lebih miris lagi, bisa muncul karena mengharapkan belas kasihan dana hibah dari Pemerintah Kabupaten/Kota atau Pemerintah Provinsi contohnya.

Sementara kita tidak. Dengan segala keterbatasan, kita masih bisa berdiri tegak. Kita bisa bersikap 100% independen. Tidak ada yang bisa mempengaruhi rasa idealisme atau pun kebijakan kita dalam menentukan objek pemberitaaan, kecuali kebenaran itu sendiri.
Kita bisa sangat bebas menyampaikan sesuatu yang benar. Tapi kita juga tidak perlu takut dan akan sangat terbuka untuk mengungkapkan suatu kesalahan. Sekali lagi kita benar-benar MANDIRI.

Untuk itu memang butuh kesabaran dan ketabahan dalam merintis usaha ini. Tapi yakinlah, sesuatu yang dilandasi dengan niat baik pasti akan berbuah manis.

Jadi sekali lagi apapun jenis sindiran, hinaan, atau tertawaan yang ditunjukan, jangan sampai membuat kita semua berputus asa. Hadapi dan jadikan dia sebagai penyemangat untuk bangkit.

Kita buktikan pada mereka bahwa orang yang menganggap dirinya SUPER HEBAT memang tidak akan terjatuh karena adanya batu gunung yang menghadang. Namun justru bisa tergelincir karena adanya batu kerikil yang mungil. Atau kita ibaratkan bahwa ban mobil tidak akan pecah bila disabet pedang yang tajam. Tapi justru bocor dan mengempis saat menginjak duri atau paku yang kecil.

Dan semoga kita bisa menjadi salahsatu bagian dari batu kerikil dan duri atau paku yang kecil tersebut.(wassalam)