Jangan Beli Ferrari

ADA yang menarik terkait pelemahan kurs rupiah yang terjadi belakangan ini. Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK mengimbau masyarakat ikut berhemat. Misalnya dengan tidak membeli barang mewah yang diimpor dari luar negeri. Langkah ini dinilainya bisa menjadi cara efektif mendukung pemerintah yang tengah berupaya defisit neraca perdagangan agar kurs rupiah bisa kembali stabil.

“Tak usah Ferrari, Lamborghini masuk dalam negeri. Tak usah mobil-mobil besar yang mewah-mewah, tak usah parfum mahal atau tas Hermes,” katanya di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 4 September 2018.

Tentu saja himbauan JK membuat kita semua tersenyum. Minimal bisa dipakai menghibur diri menghadapi kehidupan yang dialami saat ini. Ucapan JK yang menyamaratakan taraf hidup masyarakat Indonesia sudah maju, (bisa beli mobil Ferrari, Lamborghini dan tas Hermes), tentunya bisa menjadi motivasi bagi kita semua. Tidak lagi merupakan ucapan untuk menghibur hati.

Caranya dengan bijak menentukan dan memanfaatkan momentum politik, yakni adanya agenda dan Pileg dan Pilpres 2019. Yakni dengan memilih wakil atau pemimpin yang benar-benar tahu kondisi masyarakatnya. Dimana, jangankan untuk bermimpi dapat membeli mobil Ferrari, Lamborghini atau tas Hermes. Namun untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja jauh panggang daripada api. (wassalam)