Tak Ada Lauk Untuk Makan, Anak-Beranak Menjambret

“Kami terpaksa menjambret karena waktu saya pulang, di rumah enggak ada apa-apa waktu mau makan. Jadi terpaksa menjambret,” katanya di Mapolsek Kedaton.

BANDAR LAMPUNG – Berdalih untuk mendapatkan sesuap nasi, Supardi (50) mengajak kedua anaknya, DN (16) dan SU (DPO) menjambret. Sial, aksi warga Jalan Ratu Balau, Kelurahan Kedamaian pada seorang mahasiswi, Septi (21) digagalkan oleh warga. Mereka dipukuli hingga bonyok.

Peristiwa tersebut terjadi di daerah Palapa, Kelurahan Gedongmeneng, Kecamatan Labuhanratu, Bandar Lampung. Para pelaku sempat kabur dan terjatuh di Jalan ZA Pagaralam setelah dikejar oleh korban yang berteriak minta tolong. Pelaku mengendarai sepeda motor Honda Supra Fit dan Honda Beat.

“Kami terpaksa menjambret karena waktu saya pulang, di rumah enggak ada apa-apa waktu mau makan. Jadi terpaksa menjambret,” katanya di Mapolsek Kedaton.

Menurut Supaerdi, penjambretan itu sesungguhnya direncanakan oleh anak keduanya, bernisial SU. Saat itu, dirinya melihat korban seorang perempuan mengedarai sepeda motor bersama ibunya. Korban menaruh tas di bagain depan motor. Para pelaku lalu merampas secara paksa.

“Tasnya dapat. Tapi waktu kami mau kabur, motor yang dikendarai DN jatuh. Di situlah kami digebukin massa,” terangnya.

Sementara itu, DN mengatakan, dirinya mengaku baru pertama kali menjambret. Ia mengaku terpaksa ikut karena diajak kakaknya SU.

“Tadinya saya enggak mau, tapi kakak karena kami enggak memiliki uang untuk beli makan. Saya ini sebenarnya enggak berani ngalakuinnya. Tapi karena terpaksa untuk makan malam ini saja. Bapak saya juga enggak ada uang, cuma kerja kuli bangunan,” ungkapnya.(ilo)