Duh, Kepsek Diduga Tilep Uang Program Siswa Miskin

PESAWARAN – Banyak kepala sekolah (Kepsek) masuk bui karena bermain-main dengan anggaran dana sekolah yang diguyur pemerintah. Di Kabupaten Pesawaran, indikasi permainan anggaran sekolah juga terjadi di Sekolah Dasar (SD) 8 Negri Katon.

Rumornya, Kepsek ‘mengolah’ uang Progam Indonesia Pintar (PIP) yang sedianya diguyur Pemerintah Pusat untuk siswa tidak mampu (miskin).

Kordinator Kecamatan (Korcam) Pendidikan Negeri Katon, Rismalena, mengaku tak mengetahui soal itu. Namun dia sudah mendapat laporan terkait ketidakpuasan walimurid atas dana PIP yang tidak diberikan.

“Pengawas Korwil 1 memberitahukan kepada saya adanya demo yang dilakukan oleh wali murid SDN 8 Negeri Katon terkait masalah PIP yang tidak diberikan oleh Kepala Sekolah Ernalina,” jelasnya.

Rismalena sendiri mengaku sudah mencoba menghubungi Ernalina untuk meminta keterangan klarifikasi.

“Tapi beliau ini tidak pernah datang ke kantor Korcam. Jadi bagaimana kita ingin menanyakan masalah itu kalau orangnya tidak pernah mau datang,” katanya.

Rismalena menjelaskan, besaran dana yang harusnya diterima murid untuk kelas 4, 5 dan 6 sejumlah kurang lebih sekitar Rp456 ribu sedangkan untuk kelas 1, 2 dan 3 mendapatkan Rp225 ribu.

“Jumlah murid yang mendapatkan PIP tersebut kurang lebih sekitar 200 murid. Saya kurang tau pasti ya, karena saya belum ketemu langsung dengan kepala sekolahnya,” jelasnya.

“Yang jadi pikiran saya ini, bagaimana mereka bisa mencairkan dana tersebut sedangkan dana tersebut ditransfer melalui rekening wali murid. Pihak sekolah ini hanya memberitahukan kepada walimurid kalau dana itu sudah cair,” tutupnya.

Sementara menurut salah satu wali murid, pada tahun 2018 ini sekolah baru memberikan satu kali PIP terhadap siswa tidak mampu yang ada di sekolah tersebut.

“Selama dia menjabat sebagai kepala sekolah selama dua tahun ini, baru satu kali ini dibagikan PIP ini kepada kami,” ungkap walimurid ini seraya mewanti namanya tidak dikorankan, Senin (1/10).

Kata dia, selama ini, kucuran dana PIP sangat ditunggu oleh wali murid. “Keluarnya PIP ini juga setelah walimurid yang anaknya mendapatkan bantuan tersebut, mengadakan demo menanyakan tentang kemana bantuan tersebut,” katanya

Sementara, Kepala Sekolah SDN 8 Negeri Katon Ernalina mengatakan kalau permasalah tersebut telah dianggap selesai. “Jadi masalah itu sudah kelar Mas,” singkatnya saat dikonfirmasi via ponselnya. (don)