Tolak Sudin, Besok 1000an Massa Demo DPD PDI-P

BANDARLAMPUNG – Dipilih dan ditetapkannya Sudin, S.E., sebagai Ketua DPD PDI-Perjuangan (PDI-P) Provinsi Lampung, terus menimbulkan gejolak. Besok (Jumat,red) 1000an massa akan meluruk kantor DPD PDI-P Lampung. Massa yang mengatasnamakan Gerakan Arus Bawah PDI-P Lampung akan akan menuntut penolakan Sudin sebagai Ketua DPD PDI-P Lampung.

Menurut Koordinator Gerakan Arus Bawah Kader PDIP Yohanes Joko Purwanto, sedikitnya ada tiga tuntutan yang disampaikan dalam aksinya. Pertama kembalikan ideologi PDI-P sebagai Partai Wong Cilik. Kedua tegakkan AD/ART dan aturan Partai. Ketiga lawan intimidasi terhadap kader-kader Partai.

“Jumat besok, kami akan geruduk DPD PDI-P 1000 massa. Tujuannya menuntut kembalikan roh partai sebagai partainya kaum marhaen,” terang Yohanes Joko Purwanto.

Dihubungi terpisah Sudin mengaku belum mengetahui akan adanya aksi demo tersebut. Namun dia mempersilakan jika ada massa yang ingin mendemo dirinya. Pasalnya ini merupakan hak warga negara. Dia hanya mempertanyakan kapasitas kelompak massa yang mengatasnamakan Gerakan Arus Bawah PDI-P Lampung.

“Arus bawah dari mana ya ?, Saya belum dengar. Biar saja lah, ga boleh dilarang. Toh UU juga membolehkan (demo,red) kok,” tutur Sudin dalam pesannya.

Untuk diketahui meski ada penolakan, DPP PDI-P resmi menetapkan Sudin sebagai ketua definitif. Penetapan Sudin diputuskan dalam rapat koordinasi DPP PDI-P dan DPD beserta 15 ketua dan sekretaris DPC PDI-P se-Lampung, Jumat (25/8) di Jakarta. Sudin adalah anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Lampung. Ia sudah dua periode duduk di Senayan.

“Hasilnya sudah diputuskan. Saya dipercaya ditugaskan menjadi ketua DPD PDI-P Lampung,” kata Sudin.

Sudin menyatakan akan secepatnya konsolidasi menyeluruh kepada semua pihak. “Kita segera konsolidasi. Karena ini perintah Ibu Ketua Umum dan Sekjen, untuk merangkul semua kader agar tetap solid dan berjalan pada track-nya. Saya akan konsolidasi kepada semua pihak baik itu internal maupun eksternal partai,” jelasnya.

Sebelumnya beberapa perwakilan pengurus anak cabang (PAC) dari 15 kabupaten/kota di Lampung mendatangi dan mendemo kantor DPD PDI-P Lampung di Jalan Soekarno Hatta, Tanjungsenang. Maksud kedatangannya hendak menyatakan penolakan keputusan DPP yang menjadikan Sudin sebagai ketua DPD PDIP Lampung definitif.

Menurut Koordinator Arus Bawah Kader PDIP Yohanes Joko Purwanto penetapan Ketua DPD harus sesuai aturan. Dikatakannya jika PDIP mau berkembang maka harus menolak Sudin. “Tetapi jika masih diteruskan kami akan melepaskan kartu keanggotaan,” ancamnya.

Ia menilai, PDIP sudah tidak demokratis lagi karena tidak mendengarkan aspirasi kader PAC. “Karena PDIP sudah tidak taat aturan, tidak mendengarkan pendapat dari arus bawah, jadi untuk apa kami masih menyimpan kartu keanggotaannya,” tandasnya.

Penunjukan Sudin lanjutnya bisa saja menjadi bahan lawan politik jelang Pilkada Lampung untuk merubah jargon PDI Perjuangan. Partai yang selama ini terkenal dengan sebutan “Wong Cilik” ini bisa saja dirubah lawan politik menjadi partai “Wong Chino”, “Partai Kafir” dan “Sarang Komunis”.

“Praktis isu Pilkada DKI Jakarta akan berpindah ke Pilkada Lampung. Ini yang saya khawatirkan,” tuturnya.

Penunjukan Sudin juga menjadikan partai PDI-P kehilangan roh-nya sebagai partai nya wong cilik, partai ideologis dan partai kader. Militansi kader PDI-P terhadap partainya sangat disegani kawan dan lawan politiknya.

“Tapi jika sudah begini apa bedanya DPD PDI-P dengan partai lain. Sungguh disayangkan, padahal keberanian PDI-P mencalonkan kader sendiri dalam pilkada meski tanpa kekuatan logistik sangat diacungi jempol. Semoga partai ini berbenah dan kembali menemukan rohnya,” harapnya.

Penunjukan Sudin paparnya agak merubah konstelasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung 2018. Pilgub nantinya diduga akan berlangsung lebih seru dibanding 2014 lalu. Pasalnya, jika dulu hanya ada keterlibatan perusahaan kakap PT. Sugar Group Companies (SGC), kini ada pendatang baru yakni PT. Gajah Tunggal Group.

Bedanya, dulu PT. Sugar Group dibawah pimpinan Vice President PT. SGC, Lee Purwati full power mendukung Ridho Ficardo, tapi kini sudah berpindah mendukung Arinal Djunaidi. Polanya sama, sebelum ikut pilgub 2014, Ridho Ficardo terlebih dahulu merebut Ketua DPD Demokrat Lampung, lalu sosialisasi dengan Wayangan. Demikian juga dengan Arinal Djunaidi sebelum Pilgub 2018 merebut Ketua DPD Golkar Provinsi Lampung lalu sosialisasi dengan wayangan.

Strategi serupa PT. Sugar Group coba dipakai kelompok usaha PT. Gajah Tunggal Group. Yang disasar adalah PDI-P, partai terbesar perolehan kursi DPRD di Lampung. Tidak tanggung, mantan karyawan Gajah Tunggal Group, bernama Sudin yang kini jadi anggota DPR RI Dapil Lampung I yang didapuk menjadi Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung. Tapi bedanya, Sudin tidak diperbolehkan mencalonkan diri di Pilgub Lampung nanti.

“Seperti diketahui, Gajah Tunggal Group mempunyai beberapa usaha di Lampung yakni perkebunan sawit BSMI di Mesuji dan KCMU di Pesisir Barat. Kedua perkebunan dikelola kerabat Artalita Suryani alias Ayin dan bos besarnya Syamsul Nursalim,” jelas kader PDIP Yohanes Joko Purwanto, kemarin.

Artalita Suryani alias Ayin sendiri lanjutnya diketahui banyak membantu Walikota Bandarlampung Herman HN yang juga Bakal Calon Gubernur dari PDI Perjuangan. “Jadi bisa disimpulkan, PDI-P yang bisa mengusung cagub sendiri kemungkinan besar akan mengusung Herman HN pada pilgub Lampung dengan donatur Gajah Tunggal Group, berhadapan dengan jagoan Sugar Group, yakni Arinal Djunaidi yang sudah pasti diusung Partai Golkar dan Gerindra,” tegasnya.

“Jadi praktis Pilgub Lampung akan berlangsung seru dipastikan antara dua kekuatan besar yakni Sugar Group vs Gajah Tunggal Group,” tuturnya.

Dihubungi terpisah, Penasehat Hukum (PH) Arthalita Suryani, Sopian Sitepu, S.H., M.H., M.Kn., membantah semua tudingan Yohanes Joko Purwanto. Menurut Sopian Sitefu, kliennya sudah lama tidak ikut-ikutan masuk dalam dunia politik. Dikatakannya selama ini kliennya hanya fokus mengurus keluarga dan dunia bisnis.

“Jadi semua prasangka itu tidak benar. Sudah lama sekali ibu tidak memcampuri dunia politik. Beliau kini hanya fokus mengurus keluarga dan menekuni bisnis yang selama ini dia jalankan,” tuturnya.(red)